BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Musibah angin puting beliung menerjang Desa Lelekaa, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, pada Kamis 8 Januari 2026.
Sedikitnya enam rumah warga terdampak, dengan rincian satu rumah rusak berat, sementara lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Peristiwa ini juga mengakibatkan seorang anak mengalami luka di bagian kepala.
Salah seorang warga korban bencana mengungkapkan, kejadian berlangsung begitu cepat. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut tiba-tiba disusul pusaran angin kencang yang memutar dan menghantam permukiman warga.
“Awalnya hujan deras, lalu tiba-tiba ada angin berputar seperti lingkaran. Rumah kami langsung dihantam. Anak kami terluka di bagian kepala karena benturan kayu rumah,” ujarnya dengan suara bergetar, Jumat 9 Januari 2026.
Senada dengan itu, Rusnia, salah satu warga Desa Leleka, menuturkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di kebun. Anak perempuannya yang berusia 14 tahun berada sendirian di rumah.
“Saya tidak ada di rumah waktu kejadian. Anak saya sendirian, kepalanya terbentur benda keras. Sekarang masih dalam perawatan,” kata Rusnia lirih.
Menanggapi bencana tersebut, Pemerintah Desa Leleka bersama Pemerintah Kecamatan Wolasi langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Selatan, serta unsur terkait lainnya. Bantuan darurat berupa kasur lipat dan makanan siap saji telah disalurkan kepada warga terdampak.
Camat Wolasi, Bakri, mengatakan bahwa bencana yang terjadi tidak hanya menimpa Desa Leleka.
“Selain enam kepala keluarga yang terdampak angin puting beliung di Desa Leleka, kami juga menangani banjir yang menimpa tujuh kepala keluarga di Desa Amoito Jaya,” ungkap Bakri.
Ia menambahkan, pihak kecamatan telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk mengevakuasi rumah warga yang tertimpa pohon.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, hingga BAZNAS Sulawesi Tenggara agar penanganan darurat bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Sulawesi Tenggara, Punardin, yang turun langsung ke lokasi bencana, menyatakan komitmennya untuk membantu warga terdampak, tidak hanya dalam masa tanggap darurat, tetapi juga pemulihan pascabencana.
“Kami segera menurunkan bantuan berupa tenda darurat, dan mempersiapkan bantuan pembangunan rumah hunian baru dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan,” ujarnya.
Punardin juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mempercepat penanganan.
“Kami sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemda Konsel dan Pemda Provinsi. Selain penanganan darurat, kami juga berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupaten untuk bantuan sembako,” jelasnya.
Ia turut mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
“Cuaca ekstrem dan anomali iklim akhir-akhir ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jika terjadi bencana, segera lakukan koordinasi agar penanganan bisa cepat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Konawe Selatan, Jufri, memastikan bantuan sembako akan segera disalurkan kepada korban bencana.
“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi, kami siap menyalurkan bantuan sembako paling lambat Senin, 12 Januari 2026,” ungkapnya.
Dalam peninjauan dan pertemuan singkat di lokasi bencana, turut hadir Polsek Wolasi, Babinsa, relawan Kementerian Sosial, Kepala Desa Leleka, tokoh masyarakat, Ketua PKK Kecamatan Wolasi, serta Puskesmas Wolasi.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa di tengah ujian alam, solidaritas dan kepedulian adalah kekuatan utama masyarakat Konawe Selatan. Harapan pun menguat, agar warga terdampak segera bangkit dan kembali menata kehidupan dengan dukungan semua pihak.









