BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memberikan klarifikasi resmi terkait video viral di media Sultrahits mengenai proses rujukan pasien di Kecamatan Laonti. Pemerintah memastikan bahwa penanganan medis telah berjalan optimal sesuai standar, sementara persoalan yang muncul di lapangan murni disebabkan oleh tantangan infrastruktur wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Konawe Selatan, Nurlita Jaya, menegaskan bahwa pasien yang merupakan korban kecelakaan tersebut telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan lanjutan di RSUD Bahteramas.
“Pasien segera dirujuk pada malam kejadian sesuai prosedur. Alhamdulillah, pasien sudah tiba di RSUD Bahteramas dan memperoleh penanganan medis secara optimal,” ujar Nurlita.
Berdasarkan hasil koordinasi, Nurlita menjelaskan bahwa substansi yang menjadi perhatian dalam video tersebut bukanlah mutu pelayanan kesehatan, melainkan kondisi akses jalan, penerangan, serta fasilitas pelabuhan yang masih terbatas.
Kepala Puskesmas Laonti, Hardin, menjelaskan bahwa proses rujukan dari wilayah kepulauan memang memerlukan perjuangan ekstra. Pasien harus menempuh jalur darat dan laut sebelum sampai ke rumah sakit pusat di Kendari.
“Pasien dibawa menggunakan ambulans ke Pelabuhan Laonti, lalu dilanjutkan dengan kapal fiber khusus rujukan. Setibanya di Pelabuhan Moramo, ambulans bantuan Bapak Gubernur Sultra sudah siap menjemput. Meskipun fasilitas kapal sederhana, namun tetap memadai untuk menunjang keselamatan pasien,” jelas Hardin.
Pihak Puskesmas juga telah berkomunikasi dengan keluarga pembuat video. Hasil konfirmasi menunjukkan bahwa konten tersebut tidak bermaksud menyudutkan layanan kesehatan, melainkan aspirasi agar infrastruktur jalan dan lampu jalan di Laonti segera diperhatikan.
Pemerintah Daerah melalui Plt. Kadis PUPR Konsel, Mutahir Hidayat, menyatakan bahwa upaya membuka aksesibilitas Laonti terus dilakukan meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Akses jalur darat menuju Laonti sebenarnya sudah terbuka dan dapat dilalui kendaraan 4×4. Namun, kami mengakui kendala saat ini adalah efisiensi anggaran untuk pengaspalan menyeluruh,” ungkap Mutahir.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, pemerintah telah menyusun langkah konkret.
“Saat ini PLN sedang dalam proses pemasangan tiang-tiang listrik yang dibiayai oleh Kementerian ESDM. Pada APBD 2026, telah dianggarkan proyek drainase menuju Tambolosu. Selain itu, perbaikan jalan sedang diupayakan melalui dana CSR dunia usaha. Pemerintah daerah juga sedang mengusulkan Dana Inpres Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) di Kementerian PU yang saat ini masih dalam proses,” terang Mutahir. 21 Februari 2026
Langkah-langkah terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi masyarakat. Pemkab Konsel tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah terpencil, baik dari sisi kesehatan maupun konektivitas wilayah.









