Dharma Santi Saka 1948: Menenun Benang Kerukunan dari Desa Jati Bali untuk Konsel SETARA

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Semangat kebersamaan dan toleransi menyelimuti Lapangan Desa Jati Bali, Kecamatan Ranometo Barat pada Sabtu (11/04/2026). Ribuan umat Hindu se-Kabupaten Konawe Selatan berkumpul untuk merayakan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan antarumat beragama sekaligus menyelaraskan visi pembangunan daerah.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., didampingi Wakil Bupati H. Wahyu Ade Pratama Imran, SH, perwakilan Kemenag, FKUB, Ketua PHDI Sultra dan Konsel, jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala OPD serta tokoh lintas agama.

Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menekankan bahwa Nyepi bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momen filosofis untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

“Dalam keheningan Nyepi, kita diajak kembali pada jati diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta sesuai filosofi Tri Hita Karana. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Konawe Selatan,” ujar Irham Kalenggo.

Bupati juga menegaskan bahwa semangat pengendalian diri dalam Nyepi sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan visi Konawe Selatan SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera). Ia memaparkan lima program unggulan yang tengah dijalankan, mulai dari kesehatan gratis, beasiswa UKT mahasiswa, hingga penyediaan pupuk murah bagi petani dan alat tangkap bagi nelayan.

Ketua Panitia Pelaksana, Wayan Darma, dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan Dharma Santi tahun ini mengusung tema “Melalui Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Kita Wujudkan Keharmonisan Umat dalam Bingkai Moderasi Beragama,”pintanya.

Wayan menjelaskan bahwa esensi Dharma Santi adalah saling memaafkan dan memperkuat konsep Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti Satu Bumi, Satu Keluarga.

“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 700 hingga ribuan peserta yang terdiri dari umat Hindu se-Kabupaten, tokoh masyarakat, hingga undangan lintas agama. Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita di Konawe Selatan,” lapor Wayan Darma.

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 15.00 WITA ini terselenggara berkat kolaborasi antara swadaya umat, donatur, dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan.

“Melalui perayaan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat sinergi untuk mendukung program SETARA, serta menjaga stabilitas dan kedamaian daerah demi kemajuan bersama di masa depan,” pungkas Wayan Darma

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama oleh Pandite untuk keselamatan bangsa dan negara, khususnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Konawe Selatan.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!