Di Balik Riuh Halalbihalal Akbar Konsel, Ada Peluh Sunyi Para Pejuang Kebersihan

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Kemeriahan momentum Halalbihalal Akbar “Berkah Konsel Setara” yang digelar pada Jumat, 3 April 2026 di pelataran rumah jabatan Bupati Konawe Selatan menghadirkan suasana religius yang penuh kebersamaan. Ribuan jamaah memadati lokasi untuk mengikuti tausiah dari penceramah kondang, Abdul Somad, dalam sebuah agenda yang sarat nilai spiritual dan persaudaraan.

Namun, di balik suksesnya kegiatan yang sempat luput dari sorotan publik itu, terdapat pemandangan yang justru menyentuh nurani. Tumpukan sampah berupa sisa makanan dan plastik yang berserakan pasca acara menjadi saksi bahwa kesadaran kolektif tentang kebersihan masih perlu diperkuat.

Di tengah kondisi tersebut, tim kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Selatan tampak berjibaku membersihkan area. Tanpa banyak sorotan, mereka bekerja mengumpulkan sampah demi mengembalikan kebersihan lingkungan. Para petugas itu terdiri dari berbagai status, mulai dari tenaga honorer, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, PPPK penuh waktu, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin, mengaku tersentuh melihat dedikasi para petugas kebersihan tersebut.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh tim DLH bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan cerminan tanggung jawab moral yang patut diapresiasi.

“Saya sangat tersentuh melihat bagaimana para petugas kebersihan bekerja tanpa lelah. Mereka tidak hanya menjalankan tugas dinas, tetapi juga menunjukkan ketulusan dalam menjaga lingkungan kita,” ujar Hamrin.

Ia menilai, fenomena sampah yang berserakan di tengah kegiatan keagamaan menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, masyarakat hadir untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, namun di sisi lain, praktik sederhana seperti menjaga kebersihan masih kerap diabaikan.

“Sikap membiarkan sampah berserakan seolah-olah ada pembenaran dalam diri kita bahwa nanti akan ada petugas yang membersihkan. Ini yang sangat kami sayangkan, apalagi dalam kegiatan keagamaan yang seharusnya mencerminkan akhlak dan perilaku yang baik,” tegasnya.

Hamrin juga mengingatkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman yang tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Kita semua tahu bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Namun pemahaman itu harus diikuti dengan praktik. Jangan sampai kita hanya memahami, tetapi tidak mengamalkan,” lanjutnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Konawe Selatan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan, terutama dalam setiap kegiatan publik maupun keagamaan.

“Mari kita ubah pola pikir kita. Sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan mencerminkan nilai-nilai keimanan yang kita yakini,” pungkas Hamrin.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa di balik setiap acara besar, ada peran-peran kecil yang sering terabaikan, namun memiliki dampak besar bagi wajah dan kualitas lingkungan daerah.

Penulis: PyanEditor: Redaksi
error: Content is protected !!