Dinkes Konsel Gelar Pertemuan Evaluasi P2P, Perkuat Deteksi Dini dan Respons Penyakit

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KENDARI — Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respons Penyakit Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Pertemuan ini berlangsung pada 8–9 Desember 2025 di salah satu hotel di Kota Kendari, dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, dengan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sekretaris Dinas Kesehatan Konawe Selatan, para Kepala Bidang, Subkoordinator, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi, serta seluruh Kepala Puskesmas se-Konawe Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Nurlita Jaya juga menyerahkan penghargaan kepada 16 programmer terbaik dan 3 puskesmas terbaik dalam menjalankan program bidang P2P.

Dalam arahannya, ia menegaskan penguatan upaya kesehatan masyarakat adalah fondasi utama dalam pembangunan nasional, khususnya terkait deteksi dini, pencegahan, dan respons cepat terhadap penyakit.

“Upaya kesehatan masyarakat merupakan pondasi utama dalam pembangunan nasional. Dalam konteks global dan nasional, pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat terhadap penyakit adalah pilar krusial untuk melindungi masyarakat dari ancaman permasalahan kesehatan,” ujar Nurlita.

Ia juga menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer telah menjadi prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN, termasuk upaya promotif dan preventif di seluruh siklus kehidupan.

Nurlita menjelaskan Transformasi Kesehatan yang digagas sejak 2021 merupakan pembelajaran penting dari pandemi Covid-19 yang membuat sektor kesehatan menjadi perhatian utama.

“Kesehatan kini menjadi prioritas pertama. Publik lebih peduli dan menyadari pentingnya menjaga tenaga kerja tetap sehat. Pandemi juga telah menyadarkan kita akan pentingnya resiliensi sektor kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kadinkes menyampaikan bahwa pelaksanaan program P2P di tingkat daerah merupakan manifestasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

Indikator seperti cakupan penemuan dan penanganan TBC, skrining hipertensi dan diabetes, serta kesiapan respons terhadap KLB menjadi tolok ukur utama keberhasilan dinas kesehatan dan puskesmas.

Ketua TP PKK Konsel itu juga menyoroti bahwa beban ganda penyakit (double burden disease) yang meliputi tingginya angka penyakit menular dan meningkatnya penyakit tidak menular, masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Konawe Selatan.

Nurlita menjelaskan berbagai indikator kinerja P2P yang harus dicapai, seperti cakupan imunisasi rutin, penanganan HIV dan TBC, eliminasi penyakit tropis terabaikan, hingga kesiapan laboratorium dan kualitas surveilans puskesmas yang terintegrasi sistem digital.

Selain evaluasi capaian program, pertemuan ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi para Kepala Puskesmas untuk merumuskan langkah perbaikan ke depan.

“Bapak Ibu Kepala Puskesmas dapat menjadi pemimpin strategis serta adaptif untuk mengawal program, memantau dan mengevaluasi pencapaian target secara berkala. Identifikasi permasalahan dan segera cari strategi intervensi yang mampu mensinergikan program lintas bidang maupun lintas sektor,” tegasnya.

Nurlita juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam pertemuan ini agar dapat menyepakati langkah implementatif guna meningkatkan kinerja program kesehatan di Konawe Selatan.

“Kami berharap pertemuan ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat dan menjadi bagian dari kontribusi bersama untuk kesejahteraan masyarakat Konawe Selatan,” pungkasnya.

Penulis: BaemEditor: Redaksi
error: Content is protected !!