Dorong UMKM dan PAD, Ketua DPRD Konsel Ajak Ngopi Produktif di Warkop Andoolo

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Ketua DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Hamrin, S.Kom., M.AP, mengajak seluruh anggota DPRD Konsel untuk memanfaatkan keberadaan warung kopi (warkop) dan rumah makan di wilayah Andoolo sebagai ruang diskusi produktif sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat.

Menurut Hamrin, aktivitas sederhana seperti berdiskusi di warkop memiliki dampak strategis, tidak hanya dalam memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami mengajak seluruh anggota DPRD untuk menjadikan warkop dan rumah makan di Andoolo sebagai ruang bertukar pikiran sekaligus menyerap aspirasi. Ini langkah sederhana, tetapi berdampak besar bagi pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Hamrin. Senin, 6 April 2026

Ia menegaskan bahwa belanja makanan dan minuman di wilayah Konawe Selatan merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membantu pelaku usaha, aktivitas tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hamrin menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), usaha rumah makan dan restoran dikenakan pajak sebesar 10 persen. Oleh karena itu, semakin tinggi aktivitas konsumsi di daerah, maka semakin besar pula potensi PAD yang dapat dihimpun.

“Kalau kita belanja di daerah sendiri, maka bukan hanya usaha masyarakat yang tumbuh, tetapi juga PAD meningkat. Ini menjadi siklus ekonomi yang sehat bagi daerah,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha warkop di Andoolo, Sasliasyah, yang juga dikenal sebagai koordinator pengusaha rumah makan di kawasan tersebut, menyambut baik dorongan tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan nyata dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pajak itu pada prinsipnya baik, tapi harus dibarengi dengan dukungan pemerintah untuk meramaikan kawasan Andoolo. Kami tidak keberatan, asalkan diberlakukan secara merata dan adil,” ungkap Sasliasyah.

Menanggapi hal itu, Hamrin kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi lokal dengan berbelanja di warung dan rumah makan terdekat.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan wisata kuliner (WSKUL) agar menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai dan berkelanjutan. Menurutnya, kreativitas menjadi kunci dalam menarik minat masyarakat.

“Wisata kuliner harus kita hidupkan. Bisa dimulai dengan kegiatan sederhana seperti coffee morning bersama anggota DPRD, OPD, maupun Forkopimda secara bergiliran. Ini harus dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat, Hamrin optimistis sektor UMKM di Konawe Selatan, khususnya di Andoolo, akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan rakyat serta peningkatan PAD daerah.

Penulis: PyanEditor: Redaksi
error: Content is protected !!