BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kolono Timur Tahun 2026 menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah pembangunan berkelanjutan menuju Konawe Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Mengusung tema “Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemenuhan Infrastruktur Dasar dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan yang Berkelanjutan, serta Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel”, forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan Desa Tumbubu Jaya, 24 Februari 2026, dibuka langsung oleh Camat Kolono Timur, Mila Hamriani, dan dihadiri Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin, bersama dua anggota DPRD daerah pemilihan Konsel Lima, Beangga . Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Desa, para kepala desa, kepala sekolah SD dan SMP, tokoh masyarakat, serta kelompok nelayan.
Dalam sambutannya, Camat Kolono Timur, Mila Hamriani, menekankan bahwa kelestarian lingkungan laut merupakan isu krusial yang tidak bisa ditawar.
“Kami berharap pemerintah daerah bersama DPRD memberikan perhatian khusus terhadap kelestarian ekosistem laut. Kehidupan masyarakat kami sangat bergantung pada laut. Jika ekosistem rusak, maka sumber penghidupan warga ikut terancam,” tegas Mila di hadapan peserta Musrenbang.
Ia juga menyoroti persoalan infrastruktur layanan kesehatan. BLUD Puskesmas Kolono Timur kerap terdampak banjir saat musim penghujan, dengan genangan air mencapai satu meter.
“Akibatnya pelayanan kesehatan sering terhenti, bahkan sejumlah alat kesehatan mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi. Ini tentu sangat mengganggu pelayanan dasar masyarakat,” ungkapnya.
Selain sektor kesehatan, pembahasan juga mencakup pembangunan pasar, permukiman, pertanian, jalan usaha tani, talud, hingga jembatan desa.
Ketua Tim Musrenbang, Ilham Hilal, mengungkapkan bahwa rencana pagu anggaran untuk Kolono Timur mencapai kisaran Rp18 miliar lebih, yang masih tersebar dan akan ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi dan skala prioritas usulan proposal masyarakat untuk RKPD Tahun 2027.
Menanggapi berbagai aspirasi, Ketua DPRD Konsel, Hamrin, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal usulan strategis masyarakat hingga ke tingkat kabupaten.
“Musrenbang Kolono Timur ini menjadi perhatian serius kami di DPRD. Aspirasi masyarakat yang telah dihimpun hari ini akan kami perjuangkan pada Musrenbang tingkat Kabupaten Konawe Selatan agar dapat masuk dalam program prioritas RKPD 2027,” tegas Hamrin.
Ia secara khusus memberikan atensi terhadap pengembangan sektor pariwisata bahari dan kelautan Kolono Timur. Namun, menurutnya, pengembangan tersebut harus dibarengi dengan perlindungan ekosistem laut.
“Kalau kita ingin mengembangkan pariwisata bahari dan sektor perikanan, maka ekosistem laut harus dijaga. Tidak boleh ada lagi praktik bom ikan. Ini merusak terumbu karang dan mengancam mata pencaharian nelayan kita sendiri. Pengawasan harus diperketat, dan kesadaran bersama harus dibangun,” ujarnya.
Hamrin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Musrenbang sebagai titik awal kolaborasi nyata dalam membangun wilayah pesisir yang berdaya saing.
“Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, aparat, dan masyarakat. Mari kita jaga laut kita, perkuat sektor perikanan, dan kembangkan potensi pariwisata agar Kolono Timur menjadi wilayah yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Musrenbang Kecamatan Kolono Timur tahun ini tidak sekadar menjadi forum seremonial tahunan, tetapi menjadi panggung aspirasi rakyat pesisiryang menuntut pembangunan merata, perlindungan lingkungan, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel demi masa depan Konawe Selatan yang berkelanjutan.









