BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Memanfaatkan momentum Ramadan sebagai ajang silaturahmi sekaligus asah kemampuan, turnamen E-Sport Ramadan Konawe Selatan sukses digelar pada 13-14 Maret 2026. Kompetisi yang berlangsung di jantung ibu kota kabupaten ini menjadi panggung unjuk gigi bagi ratusan talenta digital lokal maupun luar daerah.
Sebanyak 210 pemain bertarung memperebutkan kasta tertinggi di dua divisi populer, yakni Mobile Legends (MLBB) dan Free Fire. Antusiasme peserta membuktikan bahwa ekosistem olahraga elektronik di Bumi Syekh Yusuf kian solid.
Di divisi Mobile Legends, tim IBB (Andoolo) keluar sebagai jawara pertama setelah menunjukkan performa impresif. Posisi kedua dan ketiga disapu bersih oleh perwakilan dari Kecamatan Laeya, yakni tim Valda dan 3V.
Sementara itu, persaingan sengit terjadi di divisi Free Fire. Tim asal Kendari, Mostdie Kehancuran, berhasil mengamankan podium pertama. Posisi runner-up diraih oleh Indosport (Mowila), disusul oleh Mostdie Hombis (KDI) di posisi ketiga.
Acara yang diinisiasi oleh Agung Prasetyo mewakili Esi Konsel ini merupakan hasil kolaborasi apik dengan Pramuka Andoolo dan PPI SMAN 6 Konsel. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya fokus pada adu mekanik di layar smartphone, tetapi juga dibalut dengan kegiatan sosial dan edukatif.
Rangkaian acara dimulai dari fun gathering, berbagi takjil, hingga buka puasa bersama yang dipusatkan di Wisata Kuliner (Wiskul) Andoolo. Di lokasi yang sama, digelar pula diskusi hangat mengenai masa depan E-Sport di Konawe Selatan sebelum akhirnya para pemain berpindah ke Warkop Andoolo untuk babak pertandingan.
Ketua Panitia, Agung Prasetyo, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari sistem “scouting” atau pemantauan bakat untuk persiapan ajang yang lebih bergengsi.
“Dari sini kita bisa lihat langsung skill pemain, cara mereka bermain tim, hingga mental tandingnya. Ini adalah tahap awal untuk menyaring pemain yang nantinya akan dipersiapkan menuju ajang lebih besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” ujar Agung.
Ia menambahkan, visi besar dari kegiatan ini adalah menjadikan e-sport di Konawe Selatan sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara luas.
“Harapan kami e-sport di Konsel semakin berkembang dan terstruktur. Kami optimis bisa melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tapi juga nasional,” pungkasnya.









