BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus menunjukkan komitmennya dalam membangkitkan semangat kewirausahaan para kadernya. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan lapangan yang dilakukan pengurus cabang ke unit usaha ayam petelur milik PAC Ansor Kecamatan Palangga pada Selasa, 23 Desember 2025.
Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua GP Ansor Konsel, Adnan Aprilianto Soni, didampingi Ketua Koperasi Ansor “Sahabat Muda Berkarya”, Marwansa. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres usaha mandiri yang dikelola kader sekaligus memberikan dukungan manajerial.
Ketua GP Ansor Konsel, Adnan Aprilianto Soni, memberikan apresiasi tinggi kepada kader Ansor-Banser yang berani terjun ke sektor rill, khususnya peternakan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketersediaan sumber protein bagi masyarakat.
“Kami sangat mendukung sahabat-sahabat Ansor Banser yang memiliki unit usaha, baik di sektor pertanian maupun peternakan. Ini adalah langkah nyata mendukung program pemerintah, khususnya dalam produksi telur sebagai sumber protein,” ujar Adnan.
Ia menambahkan bahwa ke depannya, organisasi akan hadir secara lebih struktural untuk membantu pengembangan bisnis kader melalui Koperasi Sahabat Muda Berkarya.
“Harapan kami, GP Ansor bisa memfasilitasi melalui koperasi milik sendiri, mulai dari pemberian bantuan permodalan hingga manajemen pemasaran agar produk kader bisa langsung sampai ke tangan konsumen dengan harga kompetitif,” lanjutnya.
Di lokasi yang sama, Agus selaku pengelola unit usaha dari PAC Ansor Palangga menjelaskan teknis operasional kandang ayam petelur miliknya. Saat ini, kandang tersebut memiliki kapasitas total 1.000 ekor, dengan jumlah ayam yang sudah berproduksi sebanyak 600 ekor.
“Saat ini produksi harian kami sudah mencapai 15 hingga 16 rak telur. Untuk harga di kandang kami lepas Rp55.000 per rak, sementara harga pasar mencapai Rp60.000,” jelas Agus.
Agus memaparkan estimasi pendapatan kotor dari 600 ekor ayam tersebut berkisar antara Rp21 juta hingga Rp30 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya operasional dan gaji dua orang karyawan, laba bersih yang dihasilkan mencapai sekitar Rp10 juta per bulan.
Untuk menekan biaya produksi, Agus mengaku melakukan inovasi pada sektor pakan. “Kami meracik pakan sendiri yang terdiri dari campuran dedak, jagung, pakan pabrikan, dan tambahan vitamin,” tambahnya. Meski permintaan dari warung-warung sekitar sangat tinggi, ia mengaku saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar yang ada.
Agus juga mengajak seluruh rekan-rekan Ansor Banser untuk tidak ragu memulai usaha serupa demi mewujudkan kemandirian ekonomi organisasi dan keluarga.
Menanggapi keberhasilan tersebut, Ketua Koperasi Ansor Konsel, Marwansa, melihat adanya peluang besar untuk melakukan ekspansi bisnis, terutama dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
“Kami menyambut baik potensi ini. Koperasi akan terus mengembangkan usaha-usaha potensial milik kader. Apalagi dengan adanya program MBG yang saat ini sudah berjalan, ini menjadi peluang bisnis yang besar untuk meningkatkan ekonomi sahabat Ansor serta bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas Marwansa.









