BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Di sudut Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan, tepatnya di Kecamatan Andoolo, deru cangkul yang beradu dengan tanah dan tawa renyah para petani memecah kesunyian. Bukan sedang memanen hasil bumi, warga Desa Alengge Agung hari ini sedang bahu-membahu “menambal” asa yang sempat terkoyak oleh jalan rusak.
Sudah puluhan tahun tepatnya sejak tahun 1981warga setempat hanya bisa memimpikan aspal hitam sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan Alengge dan ruas jalan aspal Kelurahan Sanggi-sanggi. Selama 45 tahun, kemerdekaan akses jalan seolah menjadi barang mewah yang tak kunjung tiba.
Lumpur dan Air yang Menguji Kesabaran
Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, ditambah ketiadaan drainase yang memadai, mengubah jalan poros tersebut menjadi kubangan air dan titik longsor yang membahayakan. Pasalnya, jalan tersebut adalah urat nadi ekonomi, jalur utama bagi para petani membawa hasil panen ke pasar.
Enggan berpangku tangan melihat kondisi yang kian memprihatinkan, Kepala Desa Alengge Agung, Gusti Putu Pindah Jaya, memimpin langsung aksi gotong royong mandiri bersama perangkat desa dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami tidak bisa terus menunggu. Jalan ini adalah jantung aktivitas kami. Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?” ujar Gusti Putu di sela-sela kegiatannya bersama warga, Kamis 8 April 2026.
Aksi Mandiri, Bukti Kedewasaan Warga
Pemandangan di lokasi tampak begitu menyentuh. Tanpa upah, tanpa paksaan, warga turun ke jalan dengan peralatan seadanya. Ada yang mengangkut batu, ada yang meratakan tanah, semua demi satu tujuan kenyamanan bersama.
Kades Gusti Putu mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas antusiasme masyarakat. Baginya, semangat gotong royong ini adalah modal sosial terbesar yang dimiliki desa.
Aksi gotong royong ini bukan sekadar memperbaiki jalan yang rusak, melainkan sebuah pesan kuat tentang kemandirian dan harapan.
“Di tengah keterbatasan akses infrastruktur, semangat kekeluargaan di Desa Alengge Agung kami berupaya terus untuk tetap kokoh, sekuat batu-batu yang kami susun untuk menutupi lubang di jalan ini,” pungkas Gusti Pindah









