BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Suasana balai desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, pada Minggu (7/9/2025) terasa berbeda. Ratusan warga memenuhi ruang sidang musyawarah desa (Musdes) untuk satu tujuan bersama: menentukan nahkoda baru bagi Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Wawatu. 7 September 2025
Sekitar 400 wajib pilih hadir dengan penuh antusiasme, menyaksikan dan ikut serta dalam proses demokrasi tingkat desa yang berlangsung terbuka, transparan, dan penuh semangat kebersamaan. Empat calon direktur BumDes maju dalam kontestasi ini, menandai betapa tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan ekonomi desa.
Sidang Musdes dipimpin langsung oleh Punardin, S.Ag, putra desa Wawatu yang kini menjabat sebagai Ketua BAZNAS Sultra. Kehadirannya bukan sekadar memimpin jalannya agenda, tetapi juga memberi makna tersendiri bahwa desa memiliki figur yang tetap peduli meski telah berkiprah di tingkat provinsi.
Turut hadir dalam perhelatan demokrasi ini tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin, S.Kom., M.A.P, yang hadir sebagai warga desa Wawatu; Mantan Komisioner KPU Konsel, Muh Yunan, S.Kom, yang kini menjadi panitia Musdes tingkat desa; serta Kepala Desa Wawatu, Yanti, dan Camat Moramo Utara, Joni, S.Pd., M.Si. Kehadiran mereka menambah wibawa jalannya proses pemilihan yang benar-benar disaksikan publik secara langsung.
Proses pemilihan berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan ketat dari aparat Babinkamtibmas Moramo Utara. Pleno terbuka yang dijalankan membuat warga merasa dilibatkan sepenuhnya, seolah menyaksikan miniatur demokrasi nasional di panggung desa.
Pada akhirnya, seorang calon dengan perolehan suara terbanyak berhasil terpilih dan resmi dikukuhkan sebagai Direktur BumDes Wawatu. Momen ini disambut tepuk tangan warga, bukan hanya karena terpilihnya seorang pemimpin baru, melainkan juga karena proses demokrasi yang sehat telah ditunjukkan di desa kecil ini.
“Inilah bukti bahwa desa bisa menjadi contoh demokrasi yang sesungguhnya. Semua warga hadir, semua suara dihitung, dan hasilnya diterima bersama. Inilah kekuatan kita sebagai masyarakat desa,” ungkap Punardin dalam sambutannya usai pengesahan.
Ketua DPRD Konsel, Hamrin, pun menyampaikan kebanggaannya. “Sebagai putra Wawatu, saya melihat langsung bagaimana demokrasi hidup di tengah masyarakat desa. Ini bukan hanya tentang memilih direktur BumDes, tetapi juga tentang meneguhkan bahwa desa adalah fondasi utama bagi demokrasi Indonesia,” ujarnya.
Pemilihan ini menjadi catatan penting, bahwa demokrasi tidak hanya milik kota besar atau arena politik nasional. Di desa Wawatu, semangat itu tumbuh dari akar rumput, membuktikan bahwa keterbukaan, transparansi, dan partisipasi publik bisa benar-benar hidup di ruang sederhana namun penuh makna.









