Pihak Keluarga Beri Klarifikasi Terkait Video Viral Penggerebekan Oknum Perwira Polisi di Kendari

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KENDARI – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah memproses pemeriksaan terhadap seorang perwira polisi berinisial Iptu AK. Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan dugaan perselingkuhan yang berujung pada aksi penggerebekan di sebuah penginapan di Kota Kendari.

Dikutip melalui nawalamedia.id, Kasubid Penmas Bid Humas Polda Sultra, Kompol Sarwo Edi Wibowo, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah homestay di Kelurahan Baruga, Kota Kendari, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

“Dalam kejadian itu, Iptu AK diduga berada bersama seorang wanita yang bukan merupakan pasangan sahnya,” ujar Kompol Sarwo Edi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2026).

Setelah informasi tersebut viral di media sosial, istri sah Iptu AK dikabarkan telah melayangkan laporan resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sultra. Menanggapi laporan tersebut, personel piket Bidpropam langsung mengamankan Iptu AK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, muncul keterangan dari pihak keluarga istri Iptu AK yang memberikan sudut pandang berbeda terkait dinamika rumah tangga keduanya. Kakak kandung dari istri Iptu AK, Muh. Fitrah, menyayangkan narasi yang beredar di media sosial mengenai penggerebekan tersebut.

Menurut Fitrah, melalui keterangan dalam video yang beredar, hubungan rumah tangga antara adiknya dan Iptu AK memang sudah tidak harmonis selama beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa adiknya bahkan sempat mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Konawe Selatan, meski kemudian dicabut karena alasan prosedural.

“Istri dari AK sudah beberapa tahun tidak akur lagi. Bahkan sudah pernah ada mediasi yang dihadiri oleh keluarga kami, termasuk ibu kandung istri AK dan saya sendiri, namun saat itu adik saya (istri AK) justru tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” ungkap Fitrah, Rabu (24/3/2026).

Fitrah menilai aksi penggerebekan tersebut tidak semestinya terjadi mengingat sang istri sudah berulang kali meminta cerai. Ia bahkan menyatakan bahwa pihak keluarga besar sebenarnya telah memberikan lampu hijau jika Iptu AK ingin mencari pasangan baru.

“Ibu saya dan kami bersaudara sempat mengatakan, kalau ada perempuan lain yang tepat untuk ipar saya (AK), kami mendukung. Kami siap mengantar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fitrah meminta rekan-rekan media dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi agar berita yang muncul tetap berimbang dan akurat. Ia mengaku sangat mengkhawatirkan dampak psikologis terhadap anak-anak Iptu AK yang masih kecil dan bersekolah akibat viralnya video tersebut.

Pihak keluarga memberikan peringatan tegas kepada netizen untuk segera menghapus unggahan video penggerebekan tersebut.

“Apabila dalam 2×24 jam setelah klarifikasi ini terbit video tersebut masih beredar, kami atas nama keluarga akan melaporkan ke pihak berwajib atas dasar UU ITE,” tegas Fitrah.

Penulis: BmEditor: Redaksi
error: Content is protected !!