BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Bencana alam angin puting beliung melanda sejumlah desa di tiga wilayah Kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis, 8 Januari 2026. Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Wolasi, Kecamatan Baito, dan Kecamatan Laeya.
Di Kecamatan Laeya, Desa Anduna menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan. Camat Laeya, Ansar, mengungkapkan bahwa bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi.
“Di Desa Anduna terdapat tiga Kepala Keluarga yang terdampak, dengan rincian satu unit rumah rusak berat dan dua unit rumah rusak ringan,” ujar Ansar saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis 8 januari 2026.
Ansar merinci, ketiga kepala keluarga yang terdampak berada di Dusun IV Desa Anduna, masing-masing atas nama Bapak Kusnandar, Bapak Sarpin, dan Ny. Rosnawati.
Lebih lanjut, Ansar menyampaikan bahwa bantuan darurat telah mulai disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Konawe Selatan kepada para korban terdampak.
“Alhamdulillah, bantuan awal sudah kami terima dari Dinas Sosial berupa kasur lipat, makanan siap saji seperti daging rendang, terpal, pakaian layak pakai, serta makanan khusus untuk anak balita berupa biskuit,” jelasnya.
Namun demikian, untuk penanganan lanjutan terutama terkait perbaikan rumah warga, pihak kecamatan masih terus melakukan koordinasi lintas sektor.
“Untuk perbaikan rumah, kami saat ini masih berkoordinasi dengan Baznas dan Pemerintah Daerah, agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai tingkat kerusakan,” tambah Ansar.
Sementara itu, salah satu korban Sarpin menuturkan, rumahnya bukan hanya tergeser dari tempat semula namun juga roboh beruntung, tidak ada korban jiwa
“Waktu kejadian saya sedang berada di kebun dan sepulang saya dari kerja saya dapatkan rumah saya sudah bergeser dan roboh,” tuturnya.
Diketahui, Desa Anduna Kecamatan Laeya merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Desa Leleka, Kecamatan Wolasi yang juga terdampak, sehingga dampak angin puting beliung juga dirasakan di wilayah perbatasan antar kecamatan tersebut.
Pemerintah Kecamatan Laeya bersama pemerintah desa dan unsur terkait terus melakukan pendataan lanjutan serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.









