Supyan Hadi Sebut Ramadan Sultra Fest 2026 Sukses Kawinkan Syiar Agama dan Ekonomi

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KENDARI – Pelataran Ramadan Sultra Fest 2026 berubah menjadi pusat energi positif di bulan suci 1447 Hijriah. Memasuki pertengahan Maret, festival ini tak sekadar menjadi tempat berburu takjil, melainkan panggung besar bagi talenta muda dan napas baru bagi ekonomi lokal Sulawesi Tenggara.

Sabtu (14/3/2026), kerumunan warga Kendari memadati area festival, menciptakan perpaduan hangat antara aroma kuliner khas Ramadan dan alunan musik akustik religi yang syahdu.

Panitia pelaksana, Alfin Irsyandi, menegaskan bahwa Ramadan Sultra Fest didesain dengan konsep multi-experience. Ada misi besar di balik deretan tenda UMKM dan panggung perlombaan tersebut.

“Kami menciptakan ruang di mana spiritualitas dan ekonomi berjalan beriringan. Pelaku UMKM mendapat panggung untuk pulih dan tumbuh, sementara generasi muda kita beri wadah untuk mengasah nyali dan bakat religi mereka,” ujar Alfin.

Dukungan strategis dari Bank Indonesia dan Bank Sultra mempertegas bahwa acara ini merupakan motor penggerak ekonomi kreatif di Bumi Anoa.

Setelah persaingan ketat yang menguras emosi dan decak kagum penonton, dewan juri akhirnya mengumumkan nama-nama pemenang yang berhasil tampil memukau:

Gema Adzan (Lomba Adzan)
Juara I: Muh. Bintang Ramadhan
Juara II: Muh. Nirza Alfariza
Juara III: Muh. Azzam Khalil

Pesona di Atas Catwalk (Fashion Show Muslimah)

Juara Utama: Benicia Askanah (I), Gwen Ratu Syareefa Anwar (II), Yaya Fahira (III).

Gelar Atribut:
The Best Catwalk: Defina Nurrahma
The Best Performance: Alifiya U’l Khairiyah
The Best Costume: Shanum Putrihana Harianto
The Best Make Up: Riskah Aulia

Syiar Melalui Nada & Dakwah

Menyanyi Religi: Muh. Al Ghazali (Juara I) unggul atas Yuannisah Fathin dan Ashil Dzakwan.
Dai Cilik: Shadiqah Mawaddah (Juara I) tampil retoris, disusul Syarifah Almahira Ramadhani dan Ishlah Adiba.

Ustadz Supyan Hadi, S.Sos.I, salah satu dewan juri, memberikan catatan kritis sekaligus apresiasi tinggi. Menurutnya, festival ini adalah laboratorium mental bagi siswa Madrasah dan sekolah umum di Sultra.

“Ini bukan sekadar menang atau kalah. Ini adalah sarana edukasi lapangan. Saya berharap di 2027, skala acara ini meluas. Bukan lagi level kota, tapi menjadi magnet bagi peserta dari seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” harapnya.

Ramadan Sultra Fest 2026 membuktikan bahwa tradisi Ramadan bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan esensi religiusnya. Kota Kendari kini punya standar baru dalam menyelenggarakan festival bulan suci yang berdampak nyata bagi kantong UMKM dan hati masyarakat.

Penulis: BmEditor: Redaksi
error: Content is protected !!