BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Sebuah langkah revolusioner dalam upaya memutus rantai stunting dan meningkatkan taraf kecerdasan generasi muda resmi dipancangkan di Kecamatan Wolasi, Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Yayasan Cinta Gizi Sejahtera (SPPG Wolasi) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Kecamatan, para kepala desa, dan otoritas sekolah se-Kecamatan Wolasi pada Kamis (15/01/2026).
Penandatanganan ini merupakan pengejawantahan konkret dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama kolaborasi ini adalah menjamin asupan nutrisi premium bagi siswa, balita, hingga ibu hamil di seluruh pelosok desa di wilayah Wolasi.
Bertempat di Balai Desa Wolasi, seremoni ini menjadi panggung sinergi lintas sektoral yang solid. Armawan, Ketua Yayasan Cinta Gizi Sejahtera bersama dengan Yadin Saputra yang juga Kepala SPPG Desa Wolasi, menegaskan bahwa kesepakatan ini melibatkan seluruh elemen kunci demi keberlanjutan program.
Dukungan penuh mengalir dari berbagai pihak yang hadir, di antaranya Sekcam Wolasi Intan Sri Wulan, unsur Forkopimcam (Kapolsek dan Danramil), Kepala Puskesmas, serta para kepala desa dari tujuh desa di Kecamatan Wolasi.
“Ini adalah bentuk gotong royong kolosal. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak di Wolasi yang berangkat sekolah dengan perut kosong atau mengalami malnutrisi. Hari ini, kita sedang meletakkan batu pertama bagi fondasi masa depan mereka,” tegas Armawan dengan optimisme tinggi.
Program MBG di Wolasi dirancang secara inklusif dan menyasar 19 unit pendidikan lintas jenjang. Adapun rincian penerima manfaat meliputi:
Pendidikan Menengah: 1 SMA, 1 Madrasah Aliyah, dan 1 MTS.
Pendidikan Dasar: 2 SMP, 6 SD, dan 1 MI.
Pendidikan Anak Usia Dini: 7 PAUD/TK.
Lebih dari sekadar program sekolah, inisiatif ini juga menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Strategi “Hulu ke Hilir” ini diterapkan untuk memastikan pertumbuhan optimal sejak dalam kandungan, selaras dengan visi nasional menciptakan Generasi Emas 2045 yang tangguh secara fisik dan mental.
Armawan memastikan masyarakat tidak perlu menunggu lama. Distribusi bantuan pangan bergizi dijadwalkan mulai berjalan paling lambat akhir minggu ini. Tak hanya soal gizi, program ini juga menggerakkan roda ekonomi desa dengan melibatkan pelaku UMKM lokal dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyedia bahan baku.
“Tim lapangan telah disiagakan untuk mengawal kualitas bahan pangan dan ketepatan sasaran distribusi. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikucurkan berdampak ganda: anak sehat, ekonomi desa berputar,” tambahnya.
Kehadiran program MBG di Wolasi diharapkan menjadi pemantik semangat bagi orang tua. Dengan gizi yang terjamin, anak-anak di pelosok Konawe Selatan kini memiliki peluang yang sama untuk bermimpi besar dan berprestasi, membuktikan bahwa kesejahteraan adalah hak yang dimulai dari meja makan di desa.









