BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan intensitas penanganan darurat menyusul meluasnya dampak kekeringan akibat kemarau ekstrem.
Terbaru, misi kemanusiaan penyaluran air bersih digencarkan untuk meringankan beban warga terdampak di beberapa wilayah, termasuk Desa Wolasi Kecamatan Wolasi dan Desa Boro-Boro R, Kecamatan Ranomeeto pada Senin, 28 September 2026.
Krisis sumber air bersih yang melumpuhkan aktivitas harian warga akibat cuaca ekstrem menuntut respons sigap dari pemerintah daerah.

Kepala BPBD Kabupaten Konawe Selatan, Asruddin AM, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunggu situasi memburuk untuk bertindak. Jajarannya berkomitmen untuk terus siaga memantau wilayah-wilayah rentan kekeringan dan langsung menurunkan armada suplai air begitu laporan warga diterima.
“Kami terus siaga dan bergerak cepat merespons laporan dari desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi iklim kemarau saat ini,” ujar Asruddin, Senin (28/9/2026).
Asrudin memastikan, operasi darurat ini bersifat dinamis. Pihaknya siap menambah frekuensi dan memperluas cakupan distribusi seiring masih tingginya potensi kekeringan di berbagai titik rawan Konawe Selatan.
Kehadiran armada air bersih ini langsung menjadi angin segar bagi masyarakat di lapangan. Salah seorang warga setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas respons kilat yang ditunjukkan oleh Pemkab Konsel dan tim BPBD.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Konawe Selatan serta tim BPBD atas bantuan air bersih ini. Kehadiran bantuan ini betul-betul menjawab kebutuhan paling mendasar warga kami di tengah kondisi krisis air akibat kemarau,” tutur warga tersebut.
Distribusi air bersih yang menyasar titik-titik pemukiman padat di Desa Wolasi dan Desa Boro-Boro R ini dinilai sangat vital. Pasokan tersebut tidak hanya menopang kebutuhan konsumsi harian, tetapi juga menjamin standar sanitasi dan kesehatan warga tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan yang berkepanjangan.









