Berdebu di Kemarau, Berlumpur di Hujan: Derita Bertahun-tahun Warga Matabubu Akhirnya Didengar Pemda Konsel

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Rusaknya akses jalan di Desa Matabubu, Kecamatan Baito, bukan lagi sekadar masalah infrastruktur bagi masyarakat setempat. Jalur sepanjang 9 kilometer yang menghubungkan Matabubu–Alangga tersebut telah menjadi sumber penderitaan harian yang mengancam kesehatan hingga melumpuhkan urat nadi perekonomian warga.

Lelah dengan kondisi lingkungan yang tak kunjung membaik, sekitar 300 warga yang tergabung dalam Masyarakat Matabubu Bersatu (MMABES) mendatangi Pendopo Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan pada Selasa (18/8/2026). Mereka hadir membawa suara keputusasaan sekaligus harapan agar jalan utama desa mereka segera tersentuh aspal.

Jendral Lapangan Aksi, Agus, membeberkan beratnya medan yang harus dilalui warga setiap hari demi menyambung hidup, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.

“Jalan ini adalah urat nadi kami, baik dari sisi perekonomian, transportasi, jalur pendidikan, kesehatan, maupun sektor lainnya. Saat musim hujan jalan berlumpur dan berlubang, sementara saat kemarau debunya sangat tebal. Kami memohon dengan sangat agar Pemda memberikan perhatian serius dan menjadikan ini prioritas pembangunan,” tegas Agus mendesak.

Penderitaan akibat debu tebal yang mengancam kesehatan pernapasan anak-anak dan lansia membuat warga melayangkan tiga tuntutan krusial:

Mendesak Pemda melakukan pengaspalan penuh pada ruas Jalan Matabubu–Alangga.
Meminta Pemda dan DPRD Konsel mengunci alokasi anggaran ruas jalan tersebut dalam APBD T.A. 2027.
Menginstruksikan penyiraman air secara rutin di sepanjang jalur Matabubu untuk menekan polusi debu tebal yang mengganggu pemukiman.

Aksi damai yang didasari rasa lelah warga ini membuahkan angin segar. Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., turun langsung menemui warga dan menyambut aspirasi tersebut melalui ruang dialog terbuka.

Bupati menegaskan bahwa Pemda akan mengusulkan pengaspalan jalan Matabubu–Alangga sepanjang 9 kilometer melalui skema Instruksi Presiden Jalan Desa (IJD) Tahun Anggaran 2027.

“Saya merasa bahagia Bapak dan Ibu hadir di sini untuk kita berdiskusi bersama mencari solusi terbaik,” ujar Irham. “Kami telah mendengar seluruh aspirasi Bapak dan Ibu sekalian. Pemda telah menyiapkan skema penanganan dengan mengusulkan ruas jalan Matabubu–Alangga masuk dalam program IJD T.A. 2027.”

Komitmen ini tidak sekadar menjadi janji manis di bibir. Kesepakatan resmi dituangkan dalam catatan khusus di lembar tuntutan aksi dan ditandatangani langsung oleh Bupati Konsel bersama perwakilan warga MMABES, disertai penyerahan berkas kajian teknis dari pihak warga.

Kini, warga Desa Matabubu memegang janji tertulis tersebut sambil berharap pengaspalan IJD 2027 benar-benar terealisasi, demi mengakhiri masa-masa sulit melintasi jalan berlumpur dan berdebu di tanah kelahiran mereka.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!