BIKASMEDIA.COM, KENDARI — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari mengambil langkah progresif dalam menekan peredaran gelap narkotika dengan memperkuat penanganan di kawasan rawan. Pendekatan terpadu ini ditempuh melalui kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat, yang tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga menyasar pemberdayaan ekonomi warga.
Penguatan sinergi tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Sinergi Program Stakeholder pada Kawasan Rawan Narkoba yang digelar di Kendari, Rabu (23/9/2026). Forum strategis ini dihadiri oleh 20 peserta lintas instansi, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, jajaran Kecamatan Mandonga dan Kelurahan Korumba, Puskesmas Perumnas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga unsur tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, dan tokoh agama Kelurahan Korumba.
Integrasi P4GN dan Kemandirian Ekonomi Warga
Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin, S.H., M.H., dalam pemaparannya menegaskan bahwa penanganan kawasan rawan narkoba mustahil berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu sektor saja. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus mengambil peran proaktif sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing agar intervensi di lapangan berdampak nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Isamuddin membawakan materi bertajuk “Penguatan Program P4GN dan Pemberdayaan Alternatif Masyarakat”. Ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma bahwa menghadapi ancaman narkotika tidak cukup melalui penegakan hukum semata, melainkan wajib dibarengi dengan penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penanganan kawasan rawan narkoba membutuhkan sinergi nyata. Masyarakat harus diberikan ruang untuk berkembang, memiliki keterampilan, dan memperoleh alternatif kegiatan ekonomi yang produktif agar terhindar dari pengaruh penyalahgunaan narkotika,” ujar Isamuddin.
Strategi Pengembangan UMKM dan Kebijakan Daerah
Sebagai wujud nyata pendekatan kesejahteraan, program pemberdayaan ekonomi ditempatkan sebagai fokus utama penanganan. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari, Syarifuddin, S.E., Ak., MSA., CA, turut memaparkan materi strategis mengenai pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan keterampilan serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Inisiatif ini dirancang untuk mendongkrak kemandirian ekonomi warga di kawasan rawan. Sebagai tindak lanjut, BNN Kota Kendari menghimpun komitmen dukungan stakeholder untuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) life skill, yang nantinya akan berkesinambungan dengan program pengembangan usaha serta pendampingan ekonomi secara berkala.
Langkah taktis tersebut diperkuat oleh paparan Kepala Kesbangpol Kota Kendari, Drs. Fadil Suparman, yang memaparkan arah kebijakan strategis Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Komitmen Bersama Hingga Tingkat Lingkungan
Rapat koordinasi ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang konstruktif. Sejumlah unsur yang hadir menyampaikan pandangan, masukan, serta komitmen dukungan riil untuk memperkuat intervensi di tingkat akar rumput.
Melalui forum ini, BNN Kota Kendari menilai bahwa keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat keamanan, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, hingga tokoh masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun sistem peringatan dini dan pencegahan yang menjangkau hingga tingkat lingkungan terkecil. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai objek program, melainkan sebagai garda terdepan dalam menjaga wilayahnya dari ancaman narkoba.
Dengan terlaksananya sinergi ini, BNN Kota Kendari berharap kolaborasi lintas sektor tidak berhenti pada sebatas koordinasi administratif saja, melainkan berlanjut dalam bentuk aksi nyata berupa peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, edukasi berkelanjutan, serta pendampingan intensif demi mewujudkan kawasan yang bersih, tangguh, dan mandiri dari bahaya narkotika di Kota Kendari.









