DP3A Konsel Bersama LPAI Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Penyintas

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) berkolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi enam anak penyintas kekerasan seksual. Senin (18/5/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala DP3A Konawe Selatan, Hj. Siti Hafsa, dalam bentuk dana tunai yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat. Program ini merupakan buah manis dari usulan DP3A Konsel ke tingkat provinsi yang kemudian diakomodasi oleh LPAI pusat.

“Alhamdulillah, permohonan kami disetujui. Tahun ini Kabupaten Konawe Selatan mendapatkan kuota untuk enam anak penerima manfaat. Kami memilih mereka yang benar-benar berada dalam kondisi paling membutuhkan dukungan,” ujar Siti Hafsa saat penyerahan bantuan.

Hafsa menjelaskan, besaran beasiswa diberikan secara berjenjang berdasarkan tingkat pendidikan anak, dengan rincian sebagai berikut:

Tingkat SD: Rp3.000.000 / tahun
Tingkat SMP: Rp5.000.000 / tahun
Tingkat SMA: Rp7.000.000 / tahun

“Dana bantuan ini akan dicairkan secara bertahap sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu tahun. Sebagai contoh, untuk jenjang SD dengan total Rp3.000.000, akan diterima dalam tiga termin pencairan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar bantuan finansial, Hafsa menegaskan bahwa program ini membawa misi kemanusiaan yang mendalam, yaitu memulihkan psikologis dan memantik kembali semangat belajar anak-anak yang sempat mengalami peristiwa traumatis.

DP3A Konsel berkomitmen agar tidak ada anak penyintas yang putus sekolah akibat stigma atau keterbatasan ekonomi pasca-kejadian.

“Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan suntikan motivasi. Kami ingin anak-anak kita tetap tegar menimba ilmu, tidak berkecil hati dengan ujian yang telah dilewati, dan tetap berani bermimpi besar demi masa depan yang cerah,” tegas Hafsa.

Mengingat pentingnya program ini bagi keberlanjutan masa depan anak, DP3A Konsel berharap skema bantuan ini tidak berhenti di tahun ini saja, melainkan dapat menjadi program tahunan yang berkelanjutan. Melalui sinergi ini, anak-anak penyintas diharapkan dapat kembali menatap masa depan dengan optimis, menyelesaikan wajib belajar, dan bangkit menjadi pribadi yang tangguh.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!