BIKASMEDIA.COM, JAKARTA – Anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Binmas Mangidi, menegaskan bahwa kehadiran jajaran legislatif mendampingi Pemerintah Daerah ke kantor BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI merupakan bentuk keseriusan dalam mengawal hak akses informasi masyarakat.
Menurut Binmas, persoalan blank spot atau ketiadaan sinyal telekomunikasi di sejumlah wilayah Konsel bukan sekadar masalah teknis, melainkan penghambat utama kesejahteraan dan kemajuan ekonomi warga di era digital.
“Kami hadir di BAKTI Komdigi untuk memastikan bahwa suara masyarakat di akar rumput, yang selama ini mengeluhkan sulitnya akses internet, benar-benar didengarkan oleh pengambil kebijakan di pusat. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai wakil rakyat,” ujar Binmas Mangidi di sela-sela kunjungan di Jakarta.
Binmas mengapresiasi langkah Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, yang secara proaktif melakukan upaya “jemput bola”. Ia menilai, kekompakan antara Pemda dan DPRD adalah kunci agar usulan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Konsel bisa diprioritaskan oleh pemerintah pusat.
Dalam pertemuan tersebut, Binmas juga menyoroti pentingnya pemerataan akses internet tidak hanya di pusat pemerintahan, tetapi hingga ke desa-desa penyangga. Ia sepakat dengan pernyataan Bupati bahwa sangat ironis jika wilayah yang dekat dengan kantor pemerintahan masih mengalami kendala sinyal.
Menanggapi arahan dari Plt. Direktur Layanan TI BAKTI Komdigi, Sudarmanto, terkait perlunya permohonan resmi dan kajian teknis, Binmas menyatakan pihaknya akan segera mendorong instansi terkait di Pemkab Konsel untuk mempercepat proses administrasi tersebut.
“DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar dokumen yang diminta pihak BAKTI segera dituntaskan oleh dinas terkait. Kami tidak ingin peluang ini terhambat hanya karena urusan administratif yang lambat. Rakyat sudah menunggu lama untuk merdeka sinyal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Binmas menjelaskan bahwa jika masalah blank spot ini tuntas, dampak positifnya akan dirasakan di berbagai sektor:
“Perjuangan ini akan terus kami kawal hingga menara-menara telekomunikasi berdiri dan sinyal internet menyentuh seluruh pelosok Konawe Selatan. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga kami yang terisolasi secara digital,” pungkas Binmas Mangidi. Senin, 11 Mei 2026.









