BIKASMEDIA.COM, JAKARTA — Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali dipercaya memegang peran strategis dalam kancah nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menunjuk Konawe Selatan bersama Kabupaten Bombana sebagai perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam program percepatan pengembangan kawasan bioetanol berbasis pertanian.
Langkah ini diputuskan dalam rapat koordinasi konsolidasi nasional yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Bupati Konsel Irham Kalenggo, S. Sos.,M. Si didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Konsel, Syamsul, dan 43 bupati dari berbagai daerah di Indonesia di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Program mercusuar ini diarahkan untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan energi nasional dengan mengandalkan tiga komoditas utama sebagai bahan baku bioetanol: tebu, ubi kayu (singkong), dan jagung. Pemerintah pusat sendiri menyiapkan proyeksi pengembangan lahan berskala masif antara 1 juta hingga 2 juta hektare di seluruh Indonesia guna menjamin kesinambungan pasokan dari sektor hulu.
Bagi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo terpilihnya daerah bersama Bombana menempatkan Sultra sebagai salah satu simpul penting dalam peta industri energi hijau nasional. Kementan menegaskan bahwa pabrik pengolahan bioetanol tidak akan berdiri sendiri tanpa kepastian bahan baku dari daerah.
Masuknya Konsel dalam radar nasional ini membawa angin segar sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sektor pertanian di Konsel kini didorong untuk terintegrasi langsung dengan rantai pasok industri pengolahan energi.
Untuk merealisasikannya, langkah strategis ke depan akan berfokus pada:
Pemetaan dan penyiapan lahan yang tepat untuk komoditas tebu, singkong, atau jagung.
Pengorganisasian kelompok tani agar memiliki kapasitas produksi yang tinggi dan berkelanjutan.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMN, dan swasta dalam membangun ekosistem bisnis pertanian dari hulu ke hilir.
“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia,” tegas Mentan Amran usai rapat koordinasi.
Langkah Konawe Selatan dan Bombana ini berjalan beriringan dengan puluhan kabupaten lain dari berbagai penjuru tanah air yang turut digandeng Kementan untuk menyukseskan swasembada energi nasional.









