BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menorehkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) tahun 2025. Di bawah kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan, Konsel berhasil menduduki peringkat pertama dari 15 kabupaten se-Provinsi Sulawesi Tenggara dengan predikat Kabupaten Inovatif.

Berdasarkan pelaporan resmi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Konsel meraih skor 51,35 dengan total 24 inovasi yang lahir dari kolaborasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan partisipasi masyarakat. Secara nasional, capaian ini menempatkan Konawe Selatan pada posisi 172 dari 415 kabupaten di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan, I Putu Darta, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dalam mengimplementasikan amanat PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Namun, ia menegaskan bahwa peringkat pertama di level provinsi bukanlah titik akhir, melainkan basis untuk melompat lebih tinggi di tahun 2026.
“Kami bersyukur Konsel memimpin di Sulawesi Tenggara untuk level kabupaten. Ini membuktikan bahwa semangat inovasi sudah tumbuh di lingkungan pemerintah dan masyarakat kita. Namun, target kami di 2026 adalah menaikkan skor secara signifikan agar Konsel bisa tampil lebih kuat di kancah nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA),” ujar I Putu Darta.
Untuk mendongkrak skor di tahun 2026, I Putu Darta menjelaskan, tengah melaksanakan bimbingan dan pendampingan yg intensif kepada OPD serta terus berkolaborasi dg berbagai pihak untuk mengidentifikasi inovasi yg telah tumbuh dan berkembang di desa dan kelurahan, kantor kecamatan, Puskesmas, serta kelompok masyarakat. Fokus utama pendampingan adalah, regulasi Inovasi Daerah (Dasar hukum yang kuat). Ketersediaan SDM (Kuantitas pengelola inovasi). Kecepatan Penciptaan Inovasi (Efisiensi waktu pengembangan).
Kemanfaatan Inovasi (Jumlah masyarakat yang merasakan dampak). Kualitas Inovasi (Pembuktian visual melalui video penerapan dua tahun terakhir).
“Inovasi bukan sekadar soal teknologi canggih, tapi bagaimana kebijakan, sistem kerja, dan metode pelayanan publik kita benar-benar memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat sesuai visi Konsel Setara (Sehat, Cerdas, Sejahtera),” tambah I Putu Darta.
Mantan Kedis PM-PTSP itu mengatakan dengan strategi pendampingan yang lebih terukur, BRIDA Konsel optimis jumlah dan kualitas pelaporan inovasi tahun 2026 akan meningkat.
“Upaya ini diharapkan tidak hanya sekadar mengejar angka indeks, tetapi benar-benar mengubah wajah birokrasi Konawe Selatan menjadi lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya









