BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Awan kelabu tanpa hujan yang menggantung berminggu-minggu akhirnya meninggalkan luka nyata di tanah Konawe Selatan. Di tengah amukan kemarau ekstrem yang melumpuhkan berbagai aktivitas, jeritan warga Kelurahan Ambolodangge, Kecamatan Laeya, akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak kilat menyalurkan bantuan air bersih, Jumat (2/10/2026).

Langkah darurat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pertolongan hidup bagi ratusan jiwa yang dalam beberapa waktu terakhir harus gigit jari mendapati sumur-sumur mereka kering kerontang. Tak ada lagi air jernih yang memancar dari dalam tanah; yang tersisa hanyalah dasar sumur berdekah akibat teriknya sengatan matahari.
Kepala BPBD Kabupaten Konawe Selatan, Asruddin, A.M., menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi ancaman kekeringan yang kian meluas. Pemetaan wilayah rentan langsung dieksekusi begitu laporan darurat berdatangan dari akar rumput.

“Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan dengan siaga penuh dan berkoordinasi ketat bersama pemerintah tingkat kecamatan maupun kelurahan. Begitu ada laporan dan kebutuhan mendesak, tim langsung bergerak cepat mengerahkan armada tangki air bersih membelah terik matahari menuju lokasi terdampak,” tegas Asruddin, Jumat (2/10/2026).
Di tengah kepungan krisis ini, kelegaan terpancar dari wajah para warga yang telah berhari-hari kesulitan mendapatkan setetes air layak pakai. Salah seorang warga Kelurahan Ambolodangge, Rahman (42), menuturkan betapa mencekamnya hari-hari tanpa air bersih untuk kebutuhan dapur dan sanitasi keluarga.

“Sumur kami benar-benar sudah mati total, kering kerontang. Untuk mandi dan masak saja kami harus berputar otak mencari ke sana-sini. Bantuan ini datang di saat yang paling krusial bagi kami,” ungkap Rahman dengan penuh rasa syukur.
Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan kembali mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat tetap waspada menghadapi puncak perubahan iklim yang kian tak menentu. Operasi penyelamatan air bersih dipastikan tidak akan berhenti di sini dan akan terus berkejaran dengan waktu menjangkau wilayah-wilayah lain yang kini tengah sekarat diuji kekeringan.









