Lanjutkan Serap Aspirasi di Moramo, Suparjo Fokus Benahi Infrastruktur Pesisir dan Akses Desa

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Melanjutkan rangkaian Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Suparjo, S.Pd., M.Si., menyambangi masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Moramo, tepatnya di Desa Ranooha Raya dan Desa Bakutaru, Kecamatan Moramo. Rabu, 4/2

Langkah politik legislator Partai NasDem dari Dapil Sultra II (Konawe Selatan – Bombana) ini bertujuan untuk memastikan pemerataan pembangunan menyentuh hingga ke pelosok desa. Kehadiran Suparjo disambut antusias oleh warga yang telah lama menantikan ruang dialog langsung bersama wakil rakyat di tingkat provinsi.

Dalam pertemuan tersebut, dinamika aspirasi masyarakat di kedua desa didominasi oleh kebutuhan mendesak terkait fasilitas publik dan penunjang ekonomi lokal:

Akses Transportasi: Perbaikan jalan lingkungan dan pengerasan akses penghubung antar desa guna memperlancar mobilisasi warga.
Infrastruktur Pesisir: Pembangunan tambat labu dan bantuan alat tangkap bagi masyarakat nelayan di Ranooha Raya.
Kesehatan & Sanitasi: Permintaan penyediaan sarana air bersih yang layak serta perbaikan drainase untuk mencegah luapan air saat musim penghujan.
Ekonomi Kreatif: Usulan penguatan modal bagi kelompok usaha mikro (UMKM) ibu-ibu di desa Bakutaru.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Suparjo yang dikenal sebagai figur yang taktis dalam memperjuangkan hak masyarakat, menyatakan komitmennya untuk mengklasifikasi setiap usulan sesuai kewenangan anggaran.

“Prinsipnya, kami hadir untuk mendengar dan bekerja. Untuk urusan yang menjadi wewenang Pemerintah Provinsi, saya akan kawal secara langsung di DPRD Sultra. Sedangkan untuk skala desa dan kabupaten, saya akan bersinergi dengan rekan-rekan di DPRD Konawe Selatan agar ada solusi konkret,” ujar Suparjo.

Ketua DPD NasDem Konawe Selatan ini juga memberikan edukasi kepada warga mengenai mekanisme pengusulan pembangunan yang harus melalui tahap verifikasi dan penganggaran yang transparan. Ia menegaskan tidak ingin memberi janji manis tanpa kepastian teknis.

Kegiatan reses ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat desa setempat. Suparjo menegaskan bahwa dirinya tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban reses, melainkan membangun basis data kebutuhan warga untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna.

“Saya ingin setiap suara dari Ranooha Raya dan Bakutaru terdengar jelas di meja pemerintahan. Sebagai penyambung lidah rakyat, komitmen saya adalah memastikan program pemerintah tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Moramo,” pungkasnya.

Penulis: BmEditor: Redaksi
error: Content is protected !!