Perkuat Ekonomi Daerah, BRIDA Konsel Uji Kelayakan Usaha Kopi Robusta Melalui Riset Strategis

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mulai melakukan langkah konkret dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan. Hal ini ditandai dengan digelarnya Seminar Awal Penelitian Model Strategi Kelayakan Usaha Kopi Robusta guna meningkatkan perekonomian daerah, bertempat di Kantor BRIDA Konsel. Rabu, 4 Januari 2026.

Kepala BRIDA Konsel, I Putu Darta, yang memimpin langsung jalannya seminar menegaskan bahwa riset ini merupakan bentuk komitmen BRIDA dalam menyediakan data akurat bagi kebijakan pemerintah. Ia menyoroti selama ini banyak potensi lapangan yang belum terukur secara saintifik.

“Dalam setiap penelitian, kami menemukan banyak hal konkret di lapangan yang selama ini belum dibalut dengan data akurat. Melalui riset ini, BRIDA ingin memastikan bahwa intervensi pemerintah ke depan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan berbasis data (evidence-based policy),” ujar I Putu Darta dalam sambutannya.

Meskipun sektor pertanian menyumbang 26,68% PDRB Konawe Selatan, komoditas Kopi Robusta masih menghadapi tantangan besar. Data menunjukkan produktivitas kopi Konsel hanya berkisar 364 kg/hektar, tertinggal jauh dari rata-rata nasional yang mencapai 800 kg/hektar.

Menanggapi hal tersebut, BRIDA Konsel telah menggandeng tim peneliti dari STIE 66 Kendari yang diketuai oleh Dr. Nofal Supriaddin, SE., M.M. Penelitian ini membedah kelayakan usaha dari sisi teknis standar Good Agricultural Practices (GAP) hingga analisis strategi hilirisasi.

Seminar ini menjadi ajang konsolidasi strategis yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya: Ambolaa (Asisten II Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan), Amran Aras (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM), Sekretaris Dinas Perkebunan dan Tanaman Hortikultura, Perwakilan DPMPTSP Kabupaten Konawe Selatan

Kehadiran para pengambil kebijakan ini menunjukkan bahwa BRIDA Konsel berperan sentral sebagai jembatan antara akademisi dan birokrasi dalam menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan komoditas unggulan.

Penelitian yang dijadwalkan berlangsung selama empat bulan ini akan fokus di empat kecamatan sentra: Landono, Mowila, Angata, dan Basala. BRIDA menargetkan tiga output utama dari riset ini:

Dokumen Profil Kelayakan Usaha yang terukur. Peta Posisi Strategis daya saing kopi daerah. Policy Brief (Naskah Rekomendasi Kebijakan) sebagai dasar alokasi anggaran daerah yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Dengan langkah ini, BRIDA Konsel berharap dapat menggeser paradigma pengelolaan kopi dari pola tradisional menuju model agribisnis modern. “Target akhirnya adalah Kopi Robusta Konsel tidak hanya menjadi komoditas mentah, tapi memiliki nilai tambah yang mampu mengangkat kesejahteraan 3.702 kepala keluarga petani kopi di daerah kita,” tutup I Putu Darta.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!