Lestarikan Marwah Adat, Pemkab Konsel Gelar Lomba Mombesara Massal di HUT ke-23

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Tergerusnya nilai-nilai kearifan lokal di era digital memantik kekhawatiran serius di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Menanggapi fenomena menyusutnya jumlah Tolea (juru bicara adat), Pemerintah Kabupaten Konsel resmi menjadikan Lomba Mombesara sebagai agenda unggulan dalam peringatan HUT ke-23 Kabupaten Konawe Selatan tahun 2026.

Langkah ini diambil bukan sekadar seremoni, melainkan upaya darurat regenerasi budaya Tolaki yang mulai kehilangan penutur aslinya di kalangan generasi muda.

Ketua Panitia HUT Konsel, Dr. Agianto, mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat Sultra, khususnya di Konsel, mulai kesulitan menemukan sosok juru bicara adat yang mumpuni.

“Realitanya sekarang, kita seringkali harus mencari Tolea hingga lintas kecamatan bahkan lintas kabupaten untuk acara adat. Ini sinyal bahaya bagi identitas budaya kita. Jika tidak diintervensi sekarang, tradisi lisan ini bisa punah,” tegas Dr. Agianto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lomba kali ini difokuskan pada pelajar tingkat SD dan SMP. Dr. Agianto yang juga menjabat sebagai Kepala Bapenda Konsel menjelaskan teknis pelaksanaannya:

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konsel bertanggung jawab penuh atas mobilisasi peserta. Seluruh sekolah di wilayah Konawe Selatan diinstruksikan untuk mengirimkan perwakilannya. Lomba tidak hanya terbatas pada adat perkawinan (Mombesara pernikahan), tetapi juga mencakup berbagai prosesi adat Tolaki lainnya yang menggunakan tata cara Mombesara.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap muncul bibit-bibit baru yang memiliki kecakapan dalam berdiplomasi menggunakan bahasa daerah Tolaki yang halus dan beretika.

“Mombesara adalah seni berbicara, seni bernegosiasi, dan simbol penghormatan. Kami menyiapkan dewan juri dari tokoh adat senior yang kredibel serta hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak yang mau menjaga warisan leluhurnya,” tambah Dr. Agianto.

Selain lomba budaya, HUT Konsel ke-23 juga akan dimeriahkan dengan:
Pameran Pembangunan: Menampilkan progres infrastruktur daerah. Turnamen Olahraga: Ajang pencarian bakat atlet lokal. Pentasan Seni: Kolaborasi budaya tradisional dan modern.

Dengan semangat HUT ke-23, Kabupaten Konawe Selatan bertekad membuktikan bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan kokohnya akar budaya.
“Mombesara adalah jati diri kita. Jangan sampai ia asing di tanahnya sendiri,” pungkasnya.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!