BIKASMEDIA.COM, ACEH TAMIANG — Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Fakultas Kedokteran kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kemanusiaan. Selama lima hari, sejak 3 hingga 7 Februari 2026, tim relawan medis FK UHO melaksanakan pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan ini melibatkan tujuh personel inti yang terdiri atas dua dokter spesialis jantung, satu dokter spesialis forensik, satu dokter umum, satu perawat, serta dua mahasiswa kedokteran. Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi lintas lembaga bersama VCB Disaster Response Unit, Petualang Muslum Indonesia, Niqob Squad, serta Pemerintah Daerah Aceh Tamiang.
Selama pelaksanaan, tim medis berhasil melayani 535 warga melalui pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, susu dan popok untuk keluarga rentan, serta pemasangan filter air minum bersih guna memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan.
Koordinator kegiatan, Dr. Asmarani, MPH, Sp.JP, FIHA, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial sivitas akademika terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian Universitas Halu Oleo dan masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penderitaan warga Aceh Tamiang pascabanjir. Kami berkolaborasi dengan sejumlah LSM nasional, terutama dalam penentuan titik sasaran, agar bantuan benar-benar tepat bagi warga yang paling membutuhkan,” ujar Dr. Asmarani.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan mayoritas warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, rheumatik, penyakit kulit, gangguan pencernaan, serta masalah kesehatan mata—kondisi yang umum terjadi pascabanjir akibat sanitasi lingkungan yang terganggu.
Dokter spesialis jantung, Dr. H. Jamaluddin, M.Kes, Sp.JP, FIHA, menyebutkan bahwa faktor stres dan keterbatasan akses layanan kesehatan turut memperburuk kondisi warga.
“Banyak pasien hipertensi tidak terkontrol karena obat terputus dan tekanan psikologis pascabencana. Kami tidak hanya memeriksa, tetapi juga memberikan edukasi agar mereka memahami pentingnya kontrol rutin,” jelasnya.
Sementara itu, dokter spesialis forensik, Dr. dr. Raja Al Fath Widya Iswara, Sp.FM, SH, MH, MHPE, menekankan pentingnya pendekatan kesehatan berbasis pencegahan.
“Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga risiko kesehatan jangka panjang. Penyediaan air bersih dan edukasi sanitasi adalah langkah krusial untuk mencegah penyakit lanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Dr. dr. Amiruddin Eso, M.Kes, yang menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini sebagai proses pembelajaran sosial yang penting.
“Mahasiswa belajar langsung memahami realitas kesehatan masyarakat. Ini bukan sekadar praktik medis, tetapi pembentukan empati dan tanggung jawab profesi,” ujarnya.
Perawat pendamping, Sri Susanty, S.Kep., Ns., M.Kes., M.Kep., PhD, menambahkan bahwa respons warga sangat positif terhadap kehadiran tim relawan.
“Masyarakat merasa diperhatikan. Bahkan edukasi sederhana tentang kebersihan dan pola hidup sehat sangat mereka butuhkan pascabanjir,” ungkapnya.
Dengan dukungan mitra nasional dan pemerintah daerah, FK UHO menargetkan dampak kegiatan ini tidak berhenti pada pelayanan jangka pendek. Tim merencanakan evaluasi pascakegiatan serta rujukan lanjutan bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih serius, sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak untuk memastikan keberlanjutan manfaat kesehatan bagi komunitas Aceh Tamiang.









