BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara, bergerak cepat mengatasi kesulitan para pembudidaya ikan dan udang dalam memperoleh pupuk. Bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia, Dinas Perikanan menggelar sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi sektor perikanan budidaya di Kecamatan Tinanggea pada Kamis, 21 Mei 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari usulan Dinas Perikanan Konsel ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI guna mengintervensi kebutuhan para pembudidaya, baik di sektor air payau (tambak) maupun air tawar (kolam).
Kepala Dinas Perikanan Konawe Selatan, Wayan Darma, menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil karena selama ini para petambak kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk. Intervensi bantuan ini diberikan berdasarkan data Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang valid.
“Ini intinya luas lahan tambak dan air tawar yang ada dan baru masuk kita intervensi sejumlah itu. Sementara sisanya masih dalam tahap usulan dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) online oleh PPL Perikanan,” ujar Wayan Darma.

Hingga saat ini, proses input data pembudidaya ke Portal Data melalui Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) masih terus berjalan dengan rincian sebagai berikut:
KUSUKA Air Payau/Tambak: Terealisasi 602 orang dari total 1.096 pembudidaya.
KUSUKA Air Tawar: Terealisasi 119 orang dari total 1.174 pembudidaya.
Sebanyak 577 orang pembudidaya telah terinput ke dalam sistem E-RPSP (Elektronik Rencana Penyerapan Pupuk Bersubsidi) dan pupuknya sudah siap atau telah ditebus di Kios/Agen resmi.
Berikut adalah rincian luas lahan budidaya air payau per kecamatan yang telah dan sedang diintervensi:
Berdasarkan data realisasi E-RPSP per 10 Mei 2026, tercatat sebanyak 577 orang pembudidaya air payau di Konawe Selatan telah terinput ke dalam sistem dan siap melakukan penebusan pupuk di agen resmi, dengan rincian persebaran di delapan kecamatan pesisir. Kecamatan Tinanggea menjadi wilayah dengan intervensi terbesar yang mencakup 337 pembudidaya dan 674 hektare lahan terintervensi dari total 4.896 hektare lahan termanfaatkan.
Disusul oleh Kecamatan Kolono dengan 105 pembudidaya (210 hektare lahan terintervensi), Palangga Selatan dengan 68 pembudidaya (136 hektare lahan terintervensi), dan Moramo dengan 67 pembudidaya (134 hektare lahan terintervensi).
Sementara itu, wilayah Lainea (total lahan 487 hektare) dan Laeya (total lahan 387 hektare) saat ini statusnya masih dalam proses penginputan (on process), sedangkan Moramo Utara dan Laonti masing-masing memiliki luasan lahan termanfaatkan sebesar 6 hektare dan 59 hektare yang seluruhnya masih menunggu tahapan intervensi pupuk subsidi gelombang berikutnya.
Penyaluran pupuk subsidi ini mengacu pada regulasi resmi pemerintah, di antaranya: Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 22 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan.
Peraturan Menteri Pertanian RI No. 1396/kpts/SR.310/M/12/2025 tentang Jenis dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan.
Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 479 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan Tahun 2026.
Adapun jenis pupuk yang disubsidi beserta Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi meliputi:
Urea: Rp 90.000 / 50 Kg (Rp 1.800/Kg)
SP 36: Rp 120.000 / 50 Kg (Rp 2.400/Kg)
Organik: Rp 25.600 / 40 Kg (Rp 640/Kg)
Kabupaten Konawe Selatan memiliki potensi sektor perikanan yang sangat besar. Untuk Budidaya Air Payau, potensinya tersebar di 8 kecamatan pesisir, yaitu Tinanggea, Palangga Selatan, Laeya, Lainea, Kolono, Laonti, Moramo, dan Moramo Utara.
Sementara untuk Budidaya Air Tawar, potensinya jauh lebih luas dan tersebar di 23 kecamatan, mencakup Konda, Palangga, Mowila, Landono, Sabulakoa, Buke, Andoolo, Andoolo Barat, Angata, Basala, Ranomeeto, Ranomeeto Barat, Moramo, Moramo Utara, Tinanggea, Laeya, Lainea, Kolono, Benua, Baito, Lalembuu, Palangga Selatan, dan Wolasi.
Melalui program pupuk subsidi yang tepat sasaran ini, Dinas Perikanan Konsel berharap produktivitas sektor perikanan budidaya dapat meningkat secara signifikan dan kesejahteraan para pembudidaya lokal dapat terwujud sesuai dengan semangat program Konsel SETARA.









