Desa Ataku Gelar Rembug Stunting, Komitmen Alokasikan Dana Desa untuk Penanganan Gizi

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Dalam rangka optimalisasi pencegahan dan penurunan angka stunting, Pemerintah Desa Ataku, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, menggelar kegiatan Musyawarah Rembug Stunting di Balai Desa Ataku, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Camat Andoolo Sutami, Kepala Desa Ataku Nanang Muliyono, Penyuluh KB Kecamatan Andoolo Sabar Supriyadi, PLD Adi Jaksana Silondae, BPD, Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kemensos, perangkat desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tenaga kesehatan/bidan desa, kader Posyandu, TP-PKK, pendamping desa, serta tokoh masyarakat.

Suasana Rembug Stunting di Desa Ataku

Dalam laporan Posyandu, tercatat sebanyak 47 balita mengikuti kegiatan Posyandu dan terdapat 7 orang ibu hamil di Desa Ataku, dengan 1 orang anak yang dinyatakan mengalami stunting. Selain itu, para kader Posyandu juga menyuarakan kendala terkait masih belum memadai sarana penunjang dan perlengkapan Posyandu dalam pola pencegahan stunting.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting secara terintegrasi.

Camat Andoolo, Sutami Silondae menegaskan pentingnya hasil analisis situasi serta komitmen bersama pemangku kepentingan untuk memprioritaskan program penanganan stunting.

“Kami menggalang komitmen bersama antara kepala desa, lurah, puskesmas, sektor swasta, dan tokoh masyarakat untuk memprioritaskan program penanganan stunting, serta memberikan arahan tegas kepada para kepala desa agar mengalokasikan Dana Desa untuk program ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan sanitasi,” ujar Sutami.

Kepala Desa Ataku, Nanang Muliyono menekankan bahwa hasil rembug ini akan dirumuskan ke dalam rencana aksi nyata dan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan serta penganggaran desa (RKPDes dan APBDes).

“Tujuan utama kita adalah membangun komitmen kolektif, menganalisis data sasaran rumah tangga berisiko stunting dari KPM, menyusun rencana aksi konkret seperti intervensi gizi spesifik (PMT balita) dan intervensi sensitif (sanitasi), serta memastikan prioritas anggaran Dana Desa untuk penanganan stunting,” ungkap Nanang.

Sementara Penyuluh KB Kecamatan Andoolo, Sabar Supriyadi memberikan penjelasan teknis kepada peserta musyawarah terkait penanganan stunting.

“Kami menjelaskan secara teknis mengenai kelompok umur sasaran serta apa saja yang menjadi prioritas utama dalam intervensi penanganan stunting,” jelas Sabar.

Pendamping Lokal Desa (PLD), Adi Jaksana Silondae menanggapi keluhan masih minimnya sarana penunjang Posyandu, Adi Jaksana memastikan aspirasi tersebut akan segera diakomodir.

“Usulan dan kebutuhan sarana penunjang ini nantinya akan ditindaklanjuti pada penganggaran tahun 2027 melalui Dana Desa,” pungkasnya.

Melalui rembug stunting ini, Pemerintah Desa Ataku berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga target penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal di wilayah Desa Ataku.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!