BIKASMEDIA.COM, SURABAYA – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur terkait pelaksanaan pemeriksaan konfirmasi Defisiensi Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD) pada bayi baru lahir. Kamis, 4 Juni 2026.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat program skrining bayi baru lahir guna mendeteksi secara dini berbagai kelainan bawaan yang berpotensi mengganggu kesehatan anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, menyampaikan bahwa kesehatan bayi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap berbagai kelainan bawaan menjadi salah satu upaya utama untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian pada bayi.
Menurutnya, Defisiensi G6PD merupakan kelainan genetik yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah, anemia hemolitik, hingga ikterus berat yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan permanen apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.
“Seiring dengan penguatan program skrining bayi baru lahir, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan berkomitmen memastikan setiap bayi yang teridentifikasi memiliki hasil skrining positif atau suspek Defisiensi G6PD mendapatkan akses terhadap pemeriksaan konfirmasi yang akurat dan berkualitas,” ujar Nurlita.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebagai rumah sakit rujukan yang memiliki kapasitas, kompetensi, serta fasilitas pemeriksaan yang memadai diharapkan dapat mendukung keberhasilan program tersebut.
Melalui perjanjian kerja sama ini, kedua pihak akan membangun sistem rujukan yang efektif, mekanisme pemeriksaan yang terstandar, serta pelaporan dan tindak lanjut kasus yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, bayi yang terdiagnosis Defisiensi G6PD dapat memperoleh penanganan yang tepat sedini mungkin sehingga risiko komplikasi serius dapat dicegah.
Nurlita juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada RSUD Dr. Soetomo Surabaya atas kesediaannya menjadi mitra dalam pelaksanaan pemeriksaan konfirmasi G6PD bagi masyarakat Konawe Selatan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak di Kabupaten Konawe Selatan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi yang terjalin tidak hanya terbatas pada pemeriksaan konfirmasi G6PD, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai bidang pelayanan kesehatan lainnya demi mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Kerja sama ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas Kesehatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, khususnya dalam perlindungan kesehatan bayi sejak dini sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi masa depan yang sehat dan produktif.









