BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa dan TP PKK Desa Ataku, Kecamatan Andoolo. Di tengah tantangan cuaca kemarau yang melanda, Desa Ataku dinilai sukses menjaga produktivitas pangan melalui pemanfaatan pekarangan.
Apresiasi tersebut disampaikan Nurlita saat melakukan kunjungan kerja sekaligus penilaian 10 Program Pokok PKK di Desa Ataku, Senin (26/10/2026). Hadir mendampingi dalam kegiatan ini Camat Andoolo beserta jajaran, Kepala Desa Ataku Nanang Muliyono, serta pengurus TP PKK se-Kecamatan Andoolo.
Dalam peninjauannya, rombongan PKK Konsel mengacungi jempol keberhasilan warga yang tidak hanya memanen sayur hidroponik, Cabai dan daun bawang, tetapi juga aktif mengelola berbagai sektor ketahanan pangan seperti pemeliharaan ikan Lele. Rangkaian kunjungan juga diisi dengan peninjauan sentra kerajinan rajut tas buatan warga setempat.
“Di tengah kemarau yang melanda saat ini, Desa Ataku masih bisa panen sayur mayur dan melakukan pemeliharaan ikan. Tentunya inilah yang menjadi harapan ketahanan pangan keluarga untuk senantiasa memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong, dan tentu ini menjadi contoh baik bagi TP PKK se-kecamatan maupun se-Konawe Selatan,” puji Nurlita usai meninjau perajin rajut tas warga Desa Ataku.
Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala Desa Ataku, Nanang Muliyono, yang didampingi Ketua TP PKK Desa Ataku, Ike, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan jajaran TP PKK Konsel. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa bersama pengurus PKK akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan mengoptimalkan potensi desa, meski di tengah kebijakan efisiensi.
“Kami terus berupaya, Bu, untuk menyajikan yang terbaik sesuai dengan program kerja PKK kabupaten. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi,” ungkap Nanang.
Selain memaparkan kemajuan program ketahanan pangan, Nanang juga memanfaatkan momen kunjungan tersebut untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Mengingat letak Desa Ataku di sudut Ibu Kota Andoolo, ia memohon perhatian khusus terhadap aset daerah berupa gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) lama yang kini tidak layak pakai, demi menunjang kualitas layanan kesehatan warga desa yang sangat vital.










