Mencapai 21 Ribu Hektare, Bupati Irham Kalenggo Paparkan Peta Sebaran dan Potensi Lahan Sawit Konsel di Sawit Ekspo 2026

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, JAKARTA – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terbukti memiliki potensi perkebunan yang luar biasa masif. Berdasarkan data riil terbaru, total luas lahan sebaran komoditas kelapa sawit di bumi Konawe Selatan saat ini telah mencapai 21.969,14 hektare.

Angka potensial tersebut dipaparkan di tengah momentum kunjungan kerja strategis Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, saat menghadiri pembukaan kegiatan nasional “Sawit Ekspo 2026” yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Dalam agenda berskala nasional ini, Bupati bertindak dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), didampingi langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Konawe Selatan, Samsul, S.P., M.Si.

Secara rinci, luasan 21.969,14 hektare lahan sawit di Konawe Selatan tersebut terbagi ke dalam dua sektor utama, yakni Perkebunan Besar Swasta (PBS) yang bermitra dengan daerah serta Perkebunan Rakyat yang dikelola mandiri oleh masyarakat:

Perkebunan Besar Swasta (PBS): Total 15.954,14 Hektare
Sektor ini dikelola oleh lima perusahaan mitra daerah dengan rincian sebaran luasan sebagai berikut:

PT Merbau Jaya Indah Raya:12.438,40 Ha
PT Marketindo Selaras: 1.615,00 Ha
PT Bintang Nusa Pertiwi: 736,22 Ha
PT Sultra Sawitindo: 651,52 Ha
PT Tiran Sulawesi: 513,00 Ha

Perkebunan Rakyat: Total 6.015,00 Hektare
Luasan ini merupakan area perkebunan yang sepenuhnya dikelola langsung secara mandiri oleh masyarakat lokal Konawe Selatan.

Melihat besarnya angka sebaran tersebut, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menyambut baik langkah taktis pemerintah pusat lewat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kebijakan peningkatan dana bantuan PSR menjadi Rp60 juta per hektare dinilai akan menjadi angin segar yang sangat berdampak bagi para petani lokal di Konawe Selatan, khususnya untuk mendongkrak produktivitas kebun rakyat yang berada di bawah 10 ton TBS/Ha/tahun atau yang telah melewati umur produktif (25 tahun).

Sementara itu, Kepala Dinas TPH-Perkebunan Konawe Selatan, Samsul, S.P., M.Si., menegaskan bahwa dengan modal luasan lahan yang mencapai puluhan ribu hektare tersebut, penguatan legalitas dan kelembagaan menjadi prioritas utama dinas. Pihaknya berkomitmen mempercepat penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya (STDB) serta sertifikasi lahan demi memenuhi standar pasar global (ISPO) dan menyukseskan program Biodiesel B50.

“Melalui sinergi kokoh antara kapasitas SDM yang unggul, penguatan kelembagaan petani, dan dukungan pembiayaan yang tepat, industri kelapa sawit di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki luasan masif ini diharapkan dapat terus berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah,” terang Samsul.

Guna mendukung peningkatan kualitas infrastruktur di atas hamparan puluhan ribu hektare lahan tersebut, Samsul menambahkan bahwa Pemkab Konsel tengah aktif bergerak melakukan koordinasi dan mengajukan usulan secara intensif ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Untuk dukungan Sarana dan Prasarana (Sapras) dari BPDPKS, saat ini kami dari dinas terkait masih dalam proses pengajuan usulan secara intensif. Kami berharap usulan ini segera terealisasi agar akselerasi produktivitas, baik di sektor perkebunan besar maupun perkebunan rakyat di Konawe Selatan dapat melompat lebih tinggi,” pungkasnya.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!