Penyaluran Dana Desa Tahap I 2026 di Desa Lalobao Berjalan Lancar, Prioritaskan BLT dan Insentif Pelayanan Masyarakat Konawe Selatan

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Pemerintah Desa Lalobao, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, melaksanakan kegiatan Penyaluran Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang difokuskan pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa serta insentif bagi para pelaku pelayanan sosial dan keagamaan di desa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam memastikan Dana Desa benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan dasar di tingkat desa.

Pada penyaluran tahap pertama ini, Pemerintah Desa Lalobao menyalurkan BLT Desa untuk periode Januari hingga Maret 2026 kepada sebanyak 11 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp250.000 per bulan, sehingga total yang diterima selama tiga bulan mencapai Rp750.000 per KPM.

Selain BLT Desa, pemerintah desa juga menyalurkan insentif yang bersumber dari Dana Desa kepada sejumlah unsur penting dalam pelayanan masyarakat, yakni Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Guru TK, Imam Desa, Guru Ngaji, Pemangku Adat, serta Operator Desa. Pendamping Desa Kecamatan Andoolo, Adi Jaksana Silondae, menegaskan bahwa penyaluran Dana Desa Tahap I ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan sosial di desa.

“Dana Desa bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat dan penguatan pelayanan sosial. BLT Desa ini sangat penting untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini,” ujar Adi Jaksana Silondae.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran insentif kepada kader dan unsur pelayanan masyarakat juga memiliki peran strategis karena mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan langsung kepada warga.

“Kader Posyandu, guru ngaji, imam desa, hingga pemangku adat memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial, kesehatan, pendidikan, dan nilai-nilai budaya di desa. Karena itu, perhatian melalui insentif ini sangat penting agar semangat pengabdian mereka tetap terjaga,” lanjutnya.

Adi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Kami berharap pemerintah desa terus menjaga prinsip transparansi, tepat sasaran, dan akuntabel dalam setiap penyaluran anggaran. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa akan semakin kuat,” pungkasnya.

Penulis: RedaksiEditor: M. Zainuddin
error: Content is protected !!