Ponpes Darul Ihsan Tampung 167 Santri dari Berbagai Daerah, Pimpinan Soroti Keterbatasan Masjid dan Asrama Putri

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ihsan terus menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dari akar masyarakat. Pimpinan Ponpes Darul Ihsan, Muhammad Yunus Ibrahim, mengungkapkan bahwa saat ini pesantren yang dipimpinnya membina 167 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi.

“Santri kami saat ini berjumlah 167 orang, terdiri dari santri laki-laki dan perempuan. Mereka tidak hanya berasal dari Konawe Selatan, tetapi juga dari Kolaka, Baubau, Sulawesi Tengah, serta daerah sekitar lainnya,” ujar Muhammad Yunus Ibrahim saat ditemui di lingkungan pesantren, Selasa.

Ia menjelaskan, berdirinya Ponpes Darul Ihsan tidak terlepas dari proses panjang pengabdian pendidikan. Awalnya, lembaga ini hanya berupa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang melayani kebutuhan dasar pendidikan keislaman masyarakat setempat. Seiring meningkatnya kepercayaan publik dan kebutuhan pendidikan yang lebih komprehensif, TPQ tersebut kemudian berkembang menjadi pondok pesantren.

“Awal berdirinya ponpes ini bermula dari TPQ. Dari situ, perlahan berkembang hingga menjadi lembaga pendidikan pondok pesantren yang mengelola beberapa jenjang pendidikan formal dan nonformal,” jelasnya.

Saat ini, Ponpes Darul Ihsan mengelola PAUD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Menurut Yunus, perkembangan ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman.

Ia juga mengungkapkan bahwa pesantren ini sebelumnya bernama Hidayatullah, sebelum akhirnya bertransformasi dan berganti nama menjadi Darul Ihsan sebagai simbol penguatan visi dan arah pendidikan ke depan.

“Pergantian nama dari Hidayatullah menjadi Darul Ihsan kami maknai sebagai ikhtiar memperluas peran pesantren dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat,” katanya.

Namun di balik perkembangan tersebut, Yunus tidak menutup mata terhadap berbagai keterbatasan sarana dan prasarana yang dihadapi pesantren. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan masjid dan asrama santri putri menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini.

“Kami sangat membutuhkan fasilitas masjid yang representatif sebagai pusat ibadah dan pembinaan ruhani santri. Selain itu, kondisi asrama putri saat ini cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah, para dermawan, serta masyarakat luas agar Ponpes Darul Ihsan dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang layak dan bermartabat bagi para santri.

“Pesantren ini berdiri untuk umat. Kami berharap ada kepedulian bersama agar fasilitas pendidikan dan tempat tinggal santri, khususnya santri putri, dapat segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan mereka,” pungkas Muhammad Yunus Ibrahim.

Penulis: PyanEditor: Redaksi
error: Content is protected !!