BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN, — Rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Desa Wunduwatu, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, resmi berakhir, Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua pekan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni antarrukun tetangga (RT), tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Penutupan PORSENI berlangsung meriah dengan dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Andoolo, Pemerintah Desa Wunduwatu, panitia, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj.) Kepala Desa Wunduwatu, Irwansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Irwansyah mengatakan, keberhasilan PORSENI tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Ada yang menang, ada yang kalah. Ada yang membawa pulang piala, ada pula yang belum mendapatkan kesempatan menjadi juara. Tetapi saya ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya seluruh peserta adalah pemenang, karena telah berani berpartisipasi, menunjukkan kemampuan, menjaga semangat, dan ikut menyukseskan kegiatan Desa Wunduwatu,” ujar Irwansyah.
Ia memberikan ucapan selamat kepada para juara sekaligus meminta peserta yang belum berhasil meraih prestasi agar tidak berkecil hati dan terus mengembangkan kemampuan.
Menurutnya, nilai terpenting dari pertandingan bukan hanya mengenai kemenangan, melainkan bagaimana olahraga dan seni mampu membangun sportivitas, persaudaraan, persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“paling penting dari sebuah pertandingan bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita dapat membangun sportivitas, persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Irwansyah juga menyampaikan penghargaan kepada panitia yang telah bekerja sejak persiapan hingga berakhirnya seluruh kegiatan.
Ia turut mengapresiasi para wasit, juri, petugas keamanan, pemuda, Karang Taruna, perangkat desa dan seluruh pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, waktu serta dukungan.
“Dan yang tidak kalah penting, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Wunduwatu yang telah hadir memberikan dukungan dan menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.
Irwansyah juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan PORSENI terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat persatuan masyarakat Desa Wunduwatu.
“Mari kita jadikan PORSENI ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun Desa Wunduwatu yang semakin kompak, aman, maju, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga berharap semangat olahraga dan seni tidak berhenti setelah PORSENI berakhir.
Menurutnya, generasi muda harus terus diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasi mereka.
“pertandingan kita belajar sportif. Dari kebersamaan kita belajar bersaudara. Dan dari PORSENI ini kita bangun Desa Wunduwatu yang semakin kompak dan maju,” tegasnya.
Irwansyah kemudian secara resmi menutup seluruh rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Desa Wunduwatu.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Desa Wunduwatu yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Wunduwatu, Harianto, mengatakan pelaksanaan PORSENI tidak hanya bertujuan meningkatkan semangat olahraga dan seni, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Harianto, rangkaian kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua pekan membuat aktivitas jual beli masyarakat meningkat karena banyak pelaku UMKM yang terlibat selama kegiatan berlangsung.
“Tujuan kegiatan ini bukan hanya olahraga dan seni. Kita juga ingin meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Selama kurang lebih dua minggu kegiatan berlangsung, aktivitas jual beli UMKM ikut meningkat,” kata Harianto.
Ia menjelaskan, sejumlah pertandingan seperti bola mini, bola voli, bola dangdut dan berbagai perlombaan lainnya menarik kehadiran masyarakat dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut, kata dia, membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menjajakan berbagai produk dan makanan kepada warga maupun penonton.
“Dengan banyaknya masyarakat yang hadir, para pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk berjualan. Ini tentu memicu perputaran ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Mewakili Camat Andoolo, Rohsidin, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Desa Wunduwatu dan masyarakat yang telah menyelenggarakan PORSENI dengan melibatkan masyarakat dari berbagai RT.
Menurut Rohsidin, pertandingan antarr RT menjadi salah satu cara efektif untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan sekaligus membangun budaya olahraga di tingkat masyarakat.
“Pertandingan antar-RT seperti ini sangat baik untuk menghidupkan semangat kebersamaan dan semangat olahraga. Ini juga merupakan bagian dari upaya menyehatkan dan mengolahragakan masyarakat,” kata Rohsidin.
Ia mengatakan, Pemerintah Kecamatan Andoolo saat ini juga tengah melakukan proses seleksi dan persiapan bibit-bibit olahraga dari berbagai cabang.
Bibit tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan sehingga mampu mewakili Kecamatan Andoolo dalam berbagai kompetisi di tingkat Kabupaten Konawe Selatan hingga tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Pemerintah Kecamatan Andoolo saat ini sedang menyeleksi dan mempersiapkan bibit olahragawan dari semua jenis olahraga untuk diorbitkan agar bisa mewakili Kecamatan Andoolo di tingkat kabupaten hingga provinsi,” jelasnya.
Rohsidin menambahkan, Pemerintah Kecamatan Andoolo juga tengah merancang pengembangan sarana olahraga di lapangan Kecamatan Andoolo sebagai bagian dari upaya mendukung pembinaan olahraga masyarakat.
Dalam penutupan PORSENI, panitia juga mengumumkan para pemenang dari berbagai cabang olahraga, perlombaan seni dan kegiatan masyarakat.
Untuk pertandingan Kereta Balon Dangdut, juara pertama diraih RT 6, juara kedua RT 3 dan juara ketiga RT 4.
Pada Estafet Sarung, juara pertama RT 6, juara kedua RT 2 dan juara ketiga RT 1.
Untuk Bola Voli Putri, juara pertama RT 1, juara kedua RT 5 dan juara ketiga RT 4.
Sementara Bola Mini menempatkan RT 1 sebagai juara pertama, RT 5 juara kedua dan RT 3 juara ketiga.
Pada perlombaan Balap Karung, juara pertama Ikbal, juara kedua Abi dan juara ketiga Nisa.
Untuk Bawa Kelereng Menggunakan Sendok, juara pertama Mega, juara kedua Malika dan juara ketiga Firza.
Sedangkan Makan Kerupuk, juara pertama Lisa, juara kedua Alpan dan juara ketiga Fidi.
Pada Nyanyi Sambung Lirik, juara pertama diraih RT 3, juara kedua RT 1 dan juara ketiga RT 6.
Untuk Karaoke Bebas Tunggal, juara pertama Yanti dari RT 3, juara kedua Neng Dila dari RT 3 dan juara ketiga Fatimah dari RT 5.
Sementara dalam Lomba Kebersihan Lingkungan Antar-RT, juara pertama RT 4, juara kedua RT 2 dan juara ketiga RT 3.
Berdasarkan akumulasi perolehan prestasi dari berbagai perlombaan, RT 1 akhirnya tampil sebagai Juara Umum PORSENI dalam rangka HUT Desa Wunduwatu.
Kemeriahan penutupan PORSENI Desa Wunduwatu semakin terasa dengan pertunjukan seni dan budaya.
Sebelum rangkaian kegiatan dimulai, masyarakat disuguhkan persembahan lagu bernuansa budaya Jawa yang menjadi pengiring tarian Kuda Lumping.
Sementara pada penghujung kegiatan, masyarakat kembali dihibur dengan pertunjukan seni budaya Kuda Lumping yang menghadirkan para pegiat seni dari sejumlah desa di wilayah Konawe Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur masyarakat, di antaranya Kepala Desa Bumi Raya, Kepala Desa Mataiwoi, Bhabinkamtibmas wilayah Wunduwatu, Pendamping Desa, Direktur BUMDes Wunduwatu serta para tokoh masyarakat Desa Wunduwatu.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari ramainya kawasan sekitar lapangan sepak bola Desa Wunduwatu yang dipenuhi pasar malam dan lapak UMKM.
Kehadiran pasar malam dan UMKM tersebut menjadi bagian lain dari geliat ekonomi masyarakat selama rangkaian PORSENI berlangsung.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, PORSENI Desa Wunduwatu tidak hanya meninggalkan daftar para juara, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk membangun kebersamaan, mengembangkan potensi generasi muda serta menggerakkan aktivitas ekonomi warga.










