Antisipasi Kekeringan Vegetasi, DLH Konsel Intensifkan Perawatan RTH Ibu Kota Andoolo

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Selatan melalui Bidang Pertamanan mengintensifkan pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) di seluruh kawasan Ibu Kota Andoolo. Langkah ini diambil sebagai respons tanggap darurat dalam menghadapi dampak fenomena kemarau panjang yang memicu penurunan kelembapan tanah dan mengancam kelangsungan hidup vegetasi kota, Sabtu (5/9/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Selatan, Hasran Parenda, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dan lonjakan suhu udara yang terjadi belakangan ini telah menyebabkan beberapa area taman kota mengalami kekeringan intensif. Tanpa intervensi berkala, beragam tanaman hias dan vegetasi penunjang estetika wilayah yang telah tertata dengan baik berisiko mati mengering.

“Musim kemarau yang berkepanjangan ini berdampak langsung pada kondisi tanaman di area publik. Jika dibiarkan tanpa perawatan ekstra, taman-taman bunga yang menjadi peneduh dan kebanggaan kawasan Ibu Kota Andoolo ini berpotensi rusak dan mati. Oleh karena itu, kami menugaskan Tim Pertamanan untuk melakukan penyiraman secara intensif setiap dua hari sekali,” ujar Hasran Parenda.

Untuk memaksimalkan perawatan tanaman, DLH Konawe Selatan menerapkan metode penyiraman pada malam hari. Hasran mengungkapkan bahwa langkah teknis ini sengaja dipilih guna menekan laju penguapan air (evaporasi) yang tinggi akibat paparan terik matahari pada siang hari. Dengan disiram saat suhu udara cenderung stabil dan dingin, pasokan air dapat meresap sempurna hingga ke sistem perakaran tanaman, sehingga efisiensi dan efektivitas penggunaan air dapat terjaga secara optimal.

“Penyiraman di malam hari jauh lebih efektif karena air tidak langsung menguap oleh panas matahari. Kelembapan tanah dapat bertahan lebih lama, sehingga akar tanaman mempunyai kesempatan penuh untuk menyerap nutrisi air secara maksimal,” jelasnya.

Kehadiran taman kota di wilayah perkotaan seperti Andoolo tidak sekadar berfungsi sebagai penata visual yang indah, melainkan juga memegang peranan krusial sebagai “paru-paru kota” dan pengendali mikroklimat lingkungan. Di tengah ancaman kenaikan suhu udara akibat cuaca panas ekstrem, vegetasi hijau berperan penting menyerap radiasi termal serta menjaga kualitas udara tetap segar bagi masyarakat.

Keasrian ruang terbuka hijau (RTH) juga menjadi elemen kunci dalam merepresentasikan wajah tata kota yang bersih, hijau, dan sehat. Ruang-ruang publik yang terawat dengan baik memberikan dampak positif terhadap kenyamanan warga, tempat berinteraksi sosial, hingga mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola keseimbangan ekosistem wilayah perkotaan.

Kata Hasran, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengerahkan Tim Pertamanan dalam melakukan pemeliharaan berkala hingga musim kemarau berlalu.

“Kami menghimbau, masyarakat juga untuk turut serta menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas taman umum demi terciptanya lingkungan perkotaan Andoolo yang tetap asri, teduh, dan nyaman bagi semua pihak,” pungkasnya

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!