BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menyampaikan hasil investigasi dan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian pelayanan kesehatan serta isu intimidasi yang dialami seorang pasien di Puskesmas Andoolo dan RSUD Konawe Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Konsel, Nurlita Jaya AS, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr. Susman Sjarif, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran tim investigasi, pasien bersangkutan mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Andoolo pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA dengan keluhan demam dan nyeri kepala.
Saat tiba, petugas medis langsung melakukan proses skrining dan triase awal untuk mengukur tingkat kegawatdaruratan pasien.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh petugas, kondisi pasien tidak termasuk dalam kategori kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan darurat segera di UGD,” kata Susman Sjarif dalam keterangannya, Kamis, 3/9/2026.
Atas pertimbangan medis tersebut, petugas mengarahkan pasien untuk mendapatkan perawatan melalui alur pendaftaran Poli Umum. Dinkes menegaskan bahwa petugas di lapangan juga turut mendampingi serta membantu proses pendaftaran pasien hingga selesai.!
Selain Puskesmas Andoolo, Dinkes Konsel juga menelusuri rekam pelayanan saat pasien berada di UGD RSUD Konawe Selatan. Dari data medis yang diperoleh, pasien telah mendapatkan rangkaian pemeriksaan fisik, pemberian terapi, hingga penanganan observasi sampai kondisinya membaik dan dinyatakan layak rawat jalan.
Di sisi lain, Dinkes Konsel memberikan penjelasan resmi terkait kabar yang beredar di masyarakat mengenai tuduhan tindakan “melabrak” atau intimidasi yang diduga dilakukan oleh Kepala Puskesmas Andoolo terhadap pasien saat berada di RSUD Konawe Selatan.
Susman menegaskan, kedatangan Kepala Puskesmas Andoolo ke RSUD murni bertujuan untuk menjalin komunikasi dan melakukan klarifikasi langsung dengan pihak pasien, bukan untuk melakukan intimidasi maupun konfrontasi.
“Dari hasil penelusuran tim di lapangan, kami menyimpulkan telah terjadi miskomunikasi antara petugas medis dan pasien saat proses pelayanan berlangsung,” jelasnya.
Merespons kejadian ini, Dinkes Konsel menjadikan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi penting untuk pembenahan internal. Pihak Puskesmas Andoolo telah diminta untuk segera melakukan pembinaan dan perbaikan kualitas pelayanan agar lebih humanis, profesional, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.
Terakhir, Dinkes Konsel mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi secara utuh di media sosial.
“Dinas Kesehatan berkomitmen menyelesaikan permasalahan ini secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga menyampaikan apresiasi atas kritik serta masukan masyarakat demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Konawe Selatan,” pungkas Susman.










