BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Langit boleh saja mendung, dan angin kencang beberapa waktu lalu sempat merubuhkan atap serta dinding rumah tempat Ibu Yuliana menggantungkan asa bersama keluarganya. Namun, di balik musibah yang menyisakan kepedihan mendalam itu, secercah cahaya harapan akhirnya menyapa. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan hadir membawa kepedulian nyata, merangkul warga yang tengah berduka dan memulihkan kembali sisa-sisa impian yang sempat runtuh.
Peristiwa pilu tersebut bermula ketika sebuah pohon beringin berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga di Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, pada Kamis (30/7/2026). Akibatnya, atap dan sebagian struktur rumah mengalami kerusakan cukup parah. Warga sekitar pun langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu membersihkan material pohon serta menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Setelah melalui proses penanganan awal, pada Selasa, 3 November 2026, suasana haru menyelimuti Kelurahan Palangga, Kecamatan Palangga. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi menyerahkan bantuan sosial bagi korban bencana alam angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan menghancurkan kediaman warga tersebut.
Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Konawe Selatan, Asruddin A Mangidi, yang didampingi oleh Camat Palangga, Sudarsono, lurah setempat, serta jajaran aparatur BPBD dan pihak kecamatan. Bantuan berharga tersebut diterima langsung dengan penuh rasa syukur oleh Ibu Yuliana, sang pemilik rumah yang terdampak musibah.

Bencana seringkali datang tanpa permisi, merenggut rasa aman dalam hitungan detik. Rumah yang dulunya menjadi tempat bernaung dari panas dan hujan, mendadak rusak parah tertimpa pohon beringin tua yang tumbang diterjang angin kencang. Rasa trauma dan kebingungan sempat menggelayuti hari-hari Ibu Yuliana.
Namun, kehadiran pemerintah daerah di tengah-tengah lokasi bencana tersebut membuktikan bahwa warga tidak pernah berjalan sendirian dalam menghadapi badai kehidupan.
Dalam keterangannya usai penyerahan bantuan, Kalak BPBD Konawe Selatan, Asruddin AM, menjelaskan bahwa penyerahan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab moral dan kehadiran negara di sisi masyarakatnya. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kerja keras dan ketelitian tim teknis di lapangan.
“Pasca-bencana akibat pohon tumbang yang terjadi beberapa waktu lalu dan berdasarkan hasil asesmen mendalam dari Tim Teknis BPBD Konawe Selatan, hari ini kami menyerahkan bantuan sebesar Rp19.280.000,” ungkap Asruddin dengan nada hangat penuh kekeluargaan.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian langsung dari pucuk pimpinan daerah Kabupaten Konawe Selatan.

“Bantuan ini kami serahkan dengan mewakili Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Bapak Irham Kalenggo dan Wakil Bupati Bapak Wahyu Ade Pratama Imran. Semoga uluran tangan ini dapat meringankan beban berat yang dipikul oleh Ibu Yuliana, serta menjadi jalan untuk merehabilitasi dan membangun kembali rumah yang rusak tertimpa pepohonan,” tuturnya penuh empati.
Di tempat yang sama, Camat Palangga, Sudarsono, turut menyampaikan apresiasi serta pandangannya terhadap gerak cepat pemerintah kabupaten. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga kelurahan adalah kunci utama agar setiap jeritan warga yang tertimpa musibah dapat segera terjawab.
“Kami dari pihak kecamatan senantiasa memantau kondisi warga kami yang tertimpa musibah. Apa yang dilakukan oleh BPBD Konawe Selatan hari ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Kami berharap Ibu Yuliana dan keluarga senantiasa diberi ketabahan, dan proses rehabilitasi rumah ini dapat segera berjalan lancar sehingga beliau bisa kembali tidur dengan rasa aman dan nyaman,” ungkap Sudarsono.

Air mata kebahagiaan tak mampu lagi dibendung oleh Ibu Yuliana. Di hadapan para pejabat dan tetangga yang hadir menyaksikan, ia mencurahkan isi hatinya dengan suara yang bergetar menahan haru. Rasa kehilangan yang selama ini menghimpit dadanya seakan terobati oleh kehadiran para pemimpin daerah yang sudi datang langsung melihat kondisinya.
Dengan senyuman penuh kelegaan di balik sisa-sisa kesedihannya, Ibu Yuliana menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Bantuan kebencanaan ini sangat berarti bagi kami yang sedang dalam kesusahan. Terima kasih kepada Bapak Bupati Irham Kalenggo, Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, Bapak Asruddin dari BPBD, Bapak Camat, dan semua pihak yang telah peduli kepada kami. Di saat kami merasa sendiri dan gelap akibat musibah ini, bantuan dan kehadiran pemerintah benar-benar menjadi cahaya terang bagi keluarga kami,” ucap Ibu Yuliana dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Ibu Yuliana di Kelurahan Palangga adalah potret nyata tentang bagaimana empati kemanusiaan mampu meruntuhkan sekat-sekat birokrasi. Ketika musibah datang merenggut tempat berlindung, hadirnya pemerintah sebagai pelindung dan penolong sejati telah menyalakan kembali pelita harapan di hati rakyatnya — membuktikan bahwa di Konawe Selatan, tidak ada warga yang dibiarkan berjuang sendirian melawan badai.









