Buka Gerai Merare Jek di Andoolo, Bupati Irham Kalenggo Dorong Pertumbuhan UMKM Daerah

Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, meresmikan Gerai Merare Jek, sebuah aplikasi dan layanan transportasi digital karya anak daerah, kegiatan yang berlokasi di Halaman Wisata Kuliner Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, pada Senin (3/8/2026).

Acara peluncuran tersebut ditandai dengan pengguntingan pita serta pembukaan resmi oleh Bupati Irham Kalenggo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Konawe Selatan Nurlita Jaya, Kepala Dinas Kominfo Annas Mas’ud, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta puluhan mitra driver dan pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menekankan bahwa keberadaan Merare Jek berfokus pada asas manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan roda ekonomi lokal serta memperluas lapangan kerja di tingkat daerah.

“Merare Jek ini menciptakan simbiosis mutualisme. Pengemudi mendapat penghasilan, pelaku UMKM jualannya makin laris, dan masyarakat dimudahkan dalam bertransaksi. Ini adalah peluang usaha yang halal dan sangat efisien,” ujar Bupati.

Bupati juga membagikan pengalaman pribadinya saat mencoba layanan tersebut, di mana pemesanan produk lokal dapat tiba dalam waktu singkat tanpa harus menghabiskan waktu perjalanan. Untuk mempermudah operasional di tingkat daerah, pihak pemerintah akan memfasilitasi proses perizinan usaha melalui DPM-PTSP dan Dinas Kominfo, serta memanfaatkan berbagai ajang kegiatan daerah untuk membantu sosialisasi.

Bupati mengimbau para pemuda dan pelaku UMKM di Konawe Selatan untuk memanfaatkan platform ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, pihak Manajemen Merare Jek, Zulfikar, menyampaikan bahwa platform skala daerah ini berkomitmen menghubungkan seluruh kecamatan di Konawe Selatan. Merare Jek menghadirkan berbagai fitur harian seperti M-Ride (layanan antar-jemput), M-Food (pesan-antar kuliner), M-Send (pengiriman dokumen/paket), hingga pembayaran pulsa dan listrik.

Guna berpihak pada mitra lokal, pengelola hanya menetapkan potongan komisi driver sebesar 10%. Bahkan, untuk mitra UMKM, pihak aplikasi saat ini tidak mengambil komisi penjualan sama sekali.

“Saat ini Merare Jek telah menggaet sekitar 50 hingga 60 driver aktif serta lebih dari 80 UMKM, dengan rata-rata transaksi 40 hingga 60 orderan per hari, di mana Kecamatan Mowila dan Andoolo menjadi area transaksi paling stabil,” ungkap Zulfikar. Ia menambahkan, pada tahun 2026 manajemen menargetkan merekrut hingga 1.000 driver, menyediakan atribut resmi, serta melengkapi layanan dengan armada roda empat hingga mobil pick-up.

Kehadiran Merare Jek langsung dirasakan manfaatnya oleh berbagai lapisan masyarakat:

Peluang Tambahan Pertanian (Putu Astama): Seorang pemuda dan petani asal Desa Mowila yang bergabung menjadi driver. Di sela aktivitas bertaninya, Putu mampu menyelesaikan 5 hingga 10 orderan per hari dengan penghasilan tambahan Rp60.000 hingga Rp100.000. Ia menuturkan, potongan komisi 10% sangat ringan bagi pengemudi, seperti saat mengantar pesanan Rute Mowila–Lamebara.

Petugas perparkiran rumah sakit di Andoolo yang juga menjadi driver. Farid menceritakan bahwa sebelum ada aplikasi, keluarga pasien—terutama dari luar daerah seperti Bungi—sering kesulitan mencari transportasi. Kehadiran Merare Jek kini menjadi solusi mobilitas cepat bagi pengunjung rumah sakit sekaligus memberikan pendapatan tambahan bagi petugas.

Pemilik usaha kuliner Ayam Geprek Sultan (AGS) mengungkapkan bahwa sebelum bergabung, jangkauan pasar dan omzetnya terbatas. Setelah terintegrasi dengan Merare Jek, usahanya mengalami lonjakan pesanan yang signifikan hingga membuat karyawan kewalahan melayani arus pengantaran driver.

“Melalui kehadiran inovasi daerah ini, peresmian gerai Merare Jek diharapkan memberikan asas manfaat yang optimal dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan,” pungkas Agus.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!