BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN — Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) periode 2026–2030 di Auditorium Kantor Bupati, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum krusial perombakan strategi pembinaan atlet daerah.
Bupati Konsel, Irham Kalenggo, secara tegas menginstruksikan seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga untuk menghentikan praktik “impor” atlet dari luar daerah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara pada November mendatang.
Kebijakan pembinaan berbasis putra daerah ini menjadi fokus utama jajaran pemerintah daerah dan pengurus baru KONI Konsel di bawah kepemimpinan H. Wahyu Ade Pratama Imran.
Bupati Irham Kalenggo menekankan pentingnya pembinaan atlet asli Konsel agar asas keberlanjutan regenerasi—termasuk pencetakan kader pelatih lokal—dapat tercapai. Memakai atlet luar dinilai hanya memberikan dampak instan tanpa menyisakan warisan (legacy) bagi olahraga daerah.
“Sebagai bentuk komitmen pemda, bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Porprov Sultra November 2026 dipastikan cair pada hari yang sama setelah pertandingan usai,” tegas Irham
Sekretaris KONI Sultra, Dr. La Sawali, meminta pengurus baru tidak hanya berfokus pada target jangka pendek Porprov, tetapi juga pembenahan tata kelola organisasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menembus level nasional.
Sementara itu, Ketua KONI Konsel, Wahyu Ade Pratama Imran, menginstruksikan seluruh Pengcab segera menggelar pemusatan latihan (tc) dan penjaringan ketat berbasis potensi putra-putri daerah demi merealisasikan visi Konsel Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (Setara).
Pelantikan tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris KONI Sulawesi Tenggara, Hamrin, S.Kom., M.Ap.(Ketua DPRD Konawe Selatan), Ichsan Porosi, S.T., M.Tp. (Sekretaris Daerah Konsel), Jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Pengurus TP-PKK, dan Camat se-Kabupaten Konawe Selatan.









