Ikuti Launching Nasional via Daring, Pemkab Konsel Targetkan 22 Gerai KDKMP Beroperasi Juni

0-0x0-0-0#
Dengarkan Berita

BIKASMEDIA.COM, KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui partisipasi aktif dalam acara Video Conference (Vidcon) Launching Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan dipusatkan di Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mekar Sari, Kecamatan Palangga, yang terhubung secara daring dengan pusat acara di KDMP Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Hadir mewakili Bupati Konawe Selatan, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Konsel, Ivan Ardiansyah, membacakan sambutan tertulis Bupati Irham Kalenggo. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Konsel, sejumlah pejabat Eselon Il dan III, para Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, Tim Satgas KDKMP, serta para pendamping koperasi (Project Management Officer dan Business Assistant).

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Konawe Selatan menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan jajaran terkait. Berdasarkan data per 1 Mei 2026, Kabupaten Konawe Selatan menunjukkan progres yang sangat memuaskan dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tenggara.

“Dari total 351 desa dan kelurahan, telah terbentuk dan berbadan hukum sebanyak 345 KDKMP. Sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan semangat gotong royong masyarakat Konsel,” ujar Asisten I saat membacakan sambutan Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengumumkan kabar gembira terkait kesiapan fisik infrastruktur koperasi. “Progres pembangunan sebanyak 22 Kantor, Gerai, dan Gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Konawe Selatan telah selesai 100% dan siap menuju operasional penuh pada bulan Juni mendatang,” tegasnya.

Dokumen sambutan juga menyoroti potensi besar ketersediaan lahan untuk pembangunan KDKMP di Konsel. Tercatat ada 196 lahan yang tersedia, dengan 128 lokasi memiliki luas ideal di atas 1.000 meter persegi.

Sumber lahan ini berasal dari kolaborasi aset, mulai dari aset desa (177 lokasi), aset kabupaten (8), aset provinsi (6), hingga hibah lahan pribadi dari masyarakat (5). Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk terus memfasilitasi desa/kelurahan yang belum memenuhi syarat luasan lahan agar target 100% KDKMP terbangun dapat segera terealisasi.

Bupati berharap KDKMP tidak hanya menjadi lembaga formal, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Keberadaan koperasi harus mampu membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, menjaga stabilitas distribusi barang, serta meningkatkan ketahanan pangan desa.

Visi ini sejalan dengan jargon Pemerintah Kabupaten yaitu Konsel SETARA (Menuju Konawe Selatan yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera). Kepada para pengurus, Bupati berpesan agar mengelola koperasi secara profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap teknologi.

Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, Kementerian Koperasi, PT Agrinas Pangan Nusantara, Gubernur Sultra, jajaran TNI dan Polri (khususnya Kodim 1417/Kendari beserta Koramil dan Babinsa yang mengawasi pembangunan fisik), Forkopimda, serta seluruh masyarakat yang telah bersinergi menyukseskan program strategis nasional ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe Selatan, Amran Aras, memberikan penjelasan mendetail mengenai urgensi program KDKMP ini.

Ia memaparkan bahwa KDKMP adalah Program Strategis Nasional yang dikuatkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 (Percepatan Pembentukan) dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025 (Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan). Program ini bermula dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang pada Februari 2025.

Amran Aras juga merincikan aspek data pendukung KDKMP di Konsel, Total 345 KDKMP, yang merupakan hasil penggabungan ( merger) beberapa desa kecil di Kecamatan Mowila dan Lalembuu.
345 unit memiliki NIK, 190 memiliki SK AHU Koperasi, 126 memiliki Rekening Koperasi, dan 205 memiliki NPWP.
Telah dilatih 690 pengurus, didampingi oleh 2 PMO dan 34 Business Assistant (BA), di mana setiap BA membina sekitar 10 KDKMP. 345 unit telah memiliki akun Simkopdes untuk manajemen data yang transparan.

Penulis: M. ZainuddinEditor: Redaksi
error: Content is protected !!